MALANG, gomalang.idKabupaten Malang kembali mengukuhkan diri sebagai lumbung bibit atlet potensial di Jawa Timur. Hal ini dibuktikan dengan suksesnya penyelenggaraan Perpani Cup V Kabupaten Malang yang digelar pada Minggu, 12 April 2026. Bertempat di Lapangan Tembak Bedali, Kecamatan Lawang, ajang tahunan ini menjadi magnet bagi ratusan pemanah muda untuk unjuk gigi.

Ajang bergengsi ini tidak hanya sekadar kompetisi rutin, namun merupakan langkah strategis Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) dalam melakukan regenerasi atlet secara berkelanjutan.

Antusiasme Tinggi: 200 Pemanah Bertarung di Lapangan Bedali

Sebanyak kurang lebih 200 peserta dari berbagai penjuru wilayah Malang Raya memadati area perlombaan. Kehadiran klub-klub besar seperti Bhirawa Archery, Ganesha Archery, Lawang Archery, hingga Kanjuruhan Archery membuktikan bahwa ekosistem olahraga panahan di Kabupaten Malang tumbuh dengan sangat pesat.

Tingginya partisipasi ini menunjukkan bahwa panahan bukan lagi olahraga eksklusif, melainkan cabang olahraga yang mulai digemari oleh berbagai lapisan masyarakat, terutama generasi muda.

Lebih dari Sekadar Kompetisi: Membangun Karakter Bangsa

Perpani Cup V membawa misi yang lebih besar daripada sekadar meraih medali. Olahraga panahan dipilih sebagai instrumen penting dalam pembentukan karakter (character building). Melalui ketenangan, fokus, dan disiplin yang dibutuhkan dalam memanah, para atlet diajak untuk:

  • Menumbuhkan Semangat Kebangsaan: Menanamkan rasa bangga mewakili daerah dan bangsa.

  • Memperkuat Persatuan: Menjadi ajang silaturahmi antar klub panahan.

  • Menjunjung Sportivitas: Melatih mental pejuang yang jujur dan berintegritas.

Ketua Perpani Kabupaten Malang menegaskan bahwa wadah ini adalah jembatan utama bagi atlet daerah untuk naik kelas. “Ajang ini adalah sarana kita mencari dan membina bakat terpendam. Kami ingin generasi muda tidak hanya jago secara teknis, tapi juga memiliki mentalitas juara di kancah nasional maupun internasional,” tuturnya.

Dukungan Penuh KONI: Target Prestasi di Porprov Jatim

Kehadiran Ketua KONI Kabupaten Malang, Bapak Darmadi, S.Sos, memberikan suntikan semangat tersendiri bagi para atlet. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa Perpani Cup adalah instrumen penting dalam meningkatkan daya saing olahraga daerah.

Bapak Darmadi berharap konsistensi turnamen ini dapat mendongkrak prestasi Kabupaten Malang di ajang yang lebih besar, khususnya Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.

“Target kami jelas: peningkatan prestasi dan peringkat Kabupaten Malang di tingkat Jawa Timur. Melalui kompetisi yang rutin seperti Perpani Cup, kita sedang membangun fondasi yang kuat untuk tampil kompetitif di Porprov mendatang,” tegas Darmadi.

Ragam Kategori dan Kelompok Usia

Untuk memastikan keadilan dan objektivitas, panitia membagi kompetisi ke dalam beberapa kelas spesialisasi, antara lain:

  1. Standard Bow

  2. Recurve

  3. Compound

  4. Barebow

Seluruh kategori tersebut dipertandingkan berdasarkan kelompok usia, sehingga setiap atlet memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing dengan lawan yang setingkat kemampuannya. Hal ini sangat krusial dalam proses pemetaan bakat (talent mapping) oleh tim pelatih Perpani.

Menatap Masa Depan Panahan Malang

Dengan suksesnya Perpani Cup V, harapan besar kini tertumpu pada pundak para atlet muda yang berhasil naik podium. Kesuksesan acara di Lapangan Tembak Bedali ini diharapkan menjadi pemicu bagi pemerintah daerah dan stakeholder terkait untuk terus mendukung fasilitas serta pembinaan olahraga panahan secara intensif.

Kabupaten Malang telah membuktikan bahwa dengan pembinaan yang terukur dan kompetisi yang teratur, mimpi untuk mencetak “Srikandi” dan “Arjuna” masa depan bukanlah hal yang mustahil. (Afix)