MALANG, gomalang.id – Semangat kreativitas siswa sekolah dasar di wilayah Kabupaten Malang kembali membara. Hari ini, Sabtu (4/4/2026), ajang bergengsi Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Sekolah Dasar se-Kecamatan Wagir resmi dibuka. Berlokasi di komplek SDN Pandanlandung 3, acara ini menjadi magnet bagi ratusan talenta muda yang siap berkompetisi dalam balutan seni dan budaya.

Tahun ini, FLS2N mengusung tema yang sarat makna: “Menumbuhkan Karakter Bangsa melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya”. Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan misi besar untuk menanamkan nilai-nilai luhur Nusantara kepada generasi alfa sejak dini.

Partisipasi Massal: 300 Talenta Muda Wagir

Antusiasme sekolah-sekolah di Kecamatan Wagir patut diacungi jempol. Tercatat sebanyak 300 peserta yang merupakan perwakilan terbaik dari seluruh SD Negeri maupun Swasta di wilayah tersebut memadati lokasi lomba. Para peserta tampak antusias mengenakan kostum khas sesuai cabang lomba yang mereka ikuti, mulai dari pakaian adat hingga kostum pantomim yang ikonik.

Acara dibuka langsung oleh Pengawas SD Kecamatan Wagir, Subariyanti, S.Pd., M.Si. Dalam pidato pembukaannya, beliau memberikan pesan mendalam mengenai pentingnya keseimbangan antara kecerdasan kognitif dan kepekaan rasa.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang siapa yang membawa pulang piala. Lebih dari itu, seni adalah instrumen ampuh untuk membangun ketekunan, kejujuran, dan rasa menghargai perbedaan. Kita sedang menyiapkan ‘Generasi Emas’ yang memiliki karakter kuat sebagai bangsa Indonesia,” tutur Subariyanti dengan penuh semangat.

Eksplorasi Bakat dalam 7 Cabang Lomba Utama

Untuk mengakomodasi keberagaman bakat siswa, panitia FLS2N Kecamatan Wagir menyelenggarakan tujuh cabang lomba utama. Setiap sudut SDN Pandanlandung 3 disulap menjadi panggung kreatif bagi para siswa:

  1. Seni Kriya: Ruang di mana ketangkasan tangan dan imajinasi beradu dalam mengolah bahan baku menjadi karya seni bernilai estetis tinggi.

  2. Seni Tari: Panggung ekspresi bagi gerak tubuh tradisional yang gemulai, melambangkan kekayaan filosofis budaya daerah.

  3. Pantomim: Ujian imajinasi dan olah tubuh, di mana siswa ditantang bercerita melalui ekspresi wajah dan gerakan tanpa sepatah kata pun.

  4. Menyanyi Solo: Kompetisi olah vokal yang menitikberatkan pada teknik pernapasan, ketepatan nada, serta kedalaman penghayatan lirik.

  5. Gambar Bercerita: Media visual bagi siswa untuk menuangkan ide dan pesan moral ke dalam guratan warna di atas kertas.

  6. Mendongeng: Upaya melestarikan tradisi tutur lisan sekaligus mengasah kepercayaan diri siswa dalam berkomunikasi di depan publik.

  7. Menulis Cerita: Arena bagi para penulis cilik untuk merangkai narasi kreatif dan mengasah kemampuan literasi mereka sejak bangku sekolah dasar.

SDN Pandanlandung 3: Tuan Rumah yang Representatif

Pemilihan SDN Pandanlandung 3 sebagai pusat kegiatan dinilai sangat tepat. Dengan fasilitas yang luas dan manajemen lokasi yang tertata rapi, sekolah ini mampu menampung ratusan peserta, guru pendamping, hingga orang tua siswa dengan sangat kondusif. Atmosfer kompetisi terasa hangat namun tetap kompetitif, diiringi sorak-sorai penonton yang memberikan dukungan moral bagi para peserta.

Menuju Pentas Nasional

Kegiatan FLS2N tingkat kecamatan ini merupakan langkah awal (seleksi) untuk menjaring perwakilan terbaik yang akan dikirim ke tingkat Kabupaten Malang. Harapan besar tertumpu pada pundak para pemenang agar mampu mempertahankan prestasi mereka hingga ke tingkat Provinsi bahkan Nasional.

Dengan suksesnya gelaran ini, dunia pendidikan di Kecamatan Wagir membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki jiwa seni yang halus dan karakter yang kokoh. (Afix)