MPLS SMAN 8 Malang: Wakapolsek Lowokwaru Edukasi Antikorupsi dan Narkoba

MALANG, Gomalang.id – Komitmen Polresta Malang Kota dalam membentuk karakter generasi muda terus digalakkan. Melalui program unggulan “Polisi Sambang Sekolah” yang diinisiasi oleh Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol. Putu Kholis Aryana, seluruh Pejabat Utama diinstruksikan untuk aktif mengunjungi sekolah-sekolah setiap Senin pagi.

Pada Senin (13/07/2026), Wakapolsek Lowokwaru, AKP Bagus Setioko Darmawan, hadir langsung sebagai pemateri dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 8 Malang, Jalan Veteran, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru.

AKP Bagus menyampaikan bahwa kehadiran pihak kepolisian di sekolah merupakan langkah nyata untuk memperkuat pendidikan karakter sekaligus mendongkrak kesadaran hukum sejak dini di kalangan pelajar.

“Kami ingin menanamkan nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sejak dini. Pencegahan jauh lebih efektif daripada penindakan. Kami membekali para siswa agar paham risiko hukum dan tumbuh menjadi generasi berintegritas,” ujar AKP Bagus.

Fokus Edukasi: Bahaya Korupsi dan Narkotika

Sebanyak 324 siswa baru peserta MPLS mengikuti sesi edukasi yang berfokus pada dua isu krusial: pencegahan korupsi sejak dini dan bahaya laten narkoba. Didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Sumbersari, Aipda Endar, kegiatan ini dikemas secara interaktif lewat sesi tanya jawab.

Ada dua poin utama yang ditekankan dalam sosialisasi tersebut:

  • Budaya Antikorupsi: Korupsi bukan sekadar kerugian negara, melainkan pengkhianatan amanah. AKP Bagus mengingatkan bahwa tindakan tidak jujur yang sering dianggap sepele—seperti menyontek, memalsukan data, atau mengambil hak orang lain—bisa menjadi cikal bakal budaya korupsi jika dibiarkan.

  • Pencegahan Narkoba: Penyalahgunaan narkotika tidak hanya merusak fisik dan mental, tetapi juga menghancurkan masa depan dan memicu kriminalitas. Pelajar diimbau untuk berani menolak bujukan dan menjaga pergaulan.

Pelajar sebagai Agen Perubahan

Suasana MPLS berlangsung hidup dan dinamis. Para siswa SMAN 8 Malang tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar regulasi hukum narkotika hingga langkah preventif yang bisa diterapkan di lingkungan keluarga dan sekolah.

Pihak kepolisian berharap sinergi antara sekolah, keluarga, dan Polri ini dapat terus berjalan solid demi mencetak generasi emas Indonesia yang cerdas, berprestasi, sehat tanpa narkoba, dan menjunjung tinggi integritas. (Isp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait