Aksi Gotong Royong Warga Pisang Candi Malang Bersihkan DAS

MALANG, gomalqng.id – Semangat kebersamaan dan gotong royong bukan sekadar pemanis kata bagi masyarakat Kelurahan Pisang Candi. Pada sebuah Minggu pagi yang cerah, warga RT 10 / RW 03 Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, membuktikannya secara nyata. Mereka serempak turun ke jalan untuk melaksanakan kerja bakti massal, membersihkan area pemukiman serta Daerah Aliran Sungai (DAS) setempat. Langkah preventif ini diambil sebagai upaya bersama mengantisipasi potensi luapan air sekaligus menjaga keasrian lingkungan urban.

Sinergi Warga dan Petugas di Lapangan

Sejak matahari baru saja meninggi, atmosfer kehangatan dan kekeluargaan sudah begitu terasa di sepanjang kawasan RT 10. Di bawah bayang-bayang kemegahan menara masjid lokal yang berdiri kokoh, warga dari berbagai lintas generasi—mulai dari remaja hingga lansia—bahu-membahu tanpa sekat. Mereka membagi tugas secara terorganisir demi efektivitas aksi sosial ini.

Beberapa titik fokus pembersihan yang dilakukan antara lain:

  • Sterilisasi Jalur Lingkungan: Sebagian warga bergerak menyisir jalanan untuk memangkas ranting pohon yang rimbun, menyapu guguran daun kering, serta melakukan perbaikan minor pada beberapa fasilitas umum yang mulai rusak.

  • Pembersihan Saluran Air dan DAS: Ini menjadi agenda krusial. Warga berfokus mengeruk sedimen dan sampah yang menyumbat aliran air guna memastikan sistem drainase berfungsi optimal saat intensitas hujan tinggi, sehingga risiko genangan dapat diminimalisir.

  • Kolaborasi Bersama DLH: Menariknya, aksi swadaya ini juga mendapat dukungan penuh dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang. Petugas berseragam oranye lengkap dengan helm pengaman tampak bersinergi dengan warga, mengangkut tumpukan sampah organik serta tanah sedimen ke atas truk operasional untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Kerja sama yang solid terlihat di setiap sudut. Ada warga yang sibuk mengamankan tangga untuk menjangkau area tinggi, ada yang tangkas memilah sampah di pinggir jalan, dan tidak ketinggalan kelompok ibu-ibu yang sigap mendistribusikan logistik serta air minum demi menjaga stamina para relawan lingkungan ini.

Melihat antusiasme yang luar biasa tersebut, Bapak Darsono selaku Ketua RW setempat, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya atas kekompakan dan kepedulian yang ditunjukkan oleh warganya.

“Kesadaran kolektif seperti ini adalah modal sosial yang sangat berharga untuk kemajuan kampung kita,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Merawat Tradisi Lewat Momen ‘Kembulan’

Setelah peluh terkuras habis dan lingkungan sekitar kembali tampak resik serta rapi, tibalah momen yang paling dinantikan oleh seluruh partisipan: tradisi Kembulan atau makan bersama.

Apresiasi mendalam juga datang dari Bapak Dianto, Ketua RT 10. Ia mengungkapkan rasa terima kasih dan kebanggaan yang tak terhingga kepada seluruh warga RT 10 yang telah meluangkan waktu dan tenaga demi kelancaran pembersihan kawasan DAS ini.

Sebagai bentuk perayaan atas kerja keras tersebut, selasar pos warga yang ditandai dengan papan penanda RT 10 / RW 03 mendadak berubah fungsi. Deretan kursi plastik hijau segera dipenuhi oleh warga yang tampak guyub. Sambil melepas lelah, mereka menikmati hidangan nasi pincuk hangat yang disajikan dengan sayur dan lauk-pauk khas rumahan.

Gurauan segar, tawa renyah, dan obrolan santai mengalir begitu hangat di sepanjang trotoar. Lebih dari sekadar pengisi energi pasca-kerja fisik, momen kembulan ini menjadi ruang komunal yang sangat ampuh untuk mencairkan sekat sosial, mempererat tali silaturahmi, dan memperkokoh rasa bertetangga.

Investasi Lingkungan dan Budaya

Aksi nyata yang diinisiasi oleh warga RT 10 / RW 03 Kelurahan Pisang Candi ini menjadi pengingat kuat bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukanlah tugas sepihak pemerintah, melainkan tanggung jawab kolektif. Dengan area DAS yang bersih, risiko banjir berkurang drastis dan kenyamanan tempat tinggal otomatis meningkat.

Lebih dari sekadar kebersihan fisik, gerakan moral ini sukses merawat dan mewariskan nilai budaya luhur bangsa yang kian tergerus zaman: gotong royong, kepedulian, dan kerukunan antar-sesama.

Dari sudut Pisang Candi, Sukun, Kota Malang—Salam Satu Jiwa: Resik Lingkungane, Guyub Wargane!. (Isp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait