Mengangkat tema “Cinta Allah Melahirkan Kelimpahan Syukur”, perayaan ini diawali dengan tradisi pemukulan kentongan oleh Pdt. Lipta Febriastutie dan penampilan apik Tari Remo Asri Kusuma. Kombinasi ini membawa jemaat kembali ke akar budaya Jawa yang kental namun tetap sarat akan nilai spiritual.

Poin Utama Perayaan Unduh-Unduh 2026:

  • Esensi Spiritual: Pdt. Lipta menekankan bahwa Unduh-Unduh adalah wujud pengakuan iman. Tradisi “memetik hasil” ini merupakan simbol bahwa segala berkat yang diterima adalah campur tangan Tuhan, sang pemilik panen.

  • Harmoni Lintas Generasi: Kemeriahan ibadah didukung oleh persembahan pujian dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga kelompok lansia (Adi Yuswo), menunjukkan kesatuan jemaat dalam bersyukur.

  • Pesta Rakyat & Bazar: Setelah ibadah, area gereja bertransformasi menjadi pasar rakyat. Kehadiran bazar dan kuis berhadiah menambah antusiasme jemaat untuk merayakan keberkatan secara komunal.

  • Aksi Pelayanan: Seluruh hasil persembahan dan keuntungan dari bazar akan dialokasikan sepenuhnya untuk mendukung berbagai program pelayanan gereja.

Ketua Pelaksana, Pak Danuk, berharap kemeriahan tahun ini menjadi motivasi untuk penyelenggaraan yang lebih besar di masa depan.

“Intinya adalah berkelimpahan syukur. Kita merayakan apa yang ada sebagai bentuk terima kasih atas berkat Tuhan,” ujarnya.

Melalui perpaduan tradisi Jawa dan nilai religius modern, GKJW Jemaat Malang berhasil membuktikan bahwa kelestarian budaya bisa berjalan beriringan dengan penguatan iman di era masa kini. (Jsc)