Magis Seni di Jantung Kota: PSP UM Transformasi Malang Town Square Menjadi Panggung Megah Hari Tari Sedunia 2026

Malang, gomalang.id-Biasanya, pusat perbelanjaan atau mal identik dengan hiruk-pikuk belanja dan wisata kuliner. Namun, ada yang berbeda di Malang Town Square (Matos) pada Kamis (30/4/2026). Suasana mal yang modern seketika berubah menjadi ruang budaya yang magis ketika Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan (PSP) Universitas Negeri Malang (UM) mengambil alih panggung untuk merayakan Hari Tari Sedunia 2026.

Perhelatan spektakuler bertajuk “Beyond Movement: Ketika Seni Pertunjukan Menjadi Pengalaman” ini bukan sekadar pertunjukan rutin. Acara ini merupakan perpaduan harmonis antara peringatan Hari Tari, Hari Musik, sekaligus Hari Teater Sedunia yang dikemas secara inklusif bagi masyarakat urban.

Membawa Seni Keluar dari Menara Gading

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Dr. Wida Rahayuningtyas, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Departemen Seni dan Desain UM. Beliau menegaskan bahwa sudah saatnya seni tidak hanya terkurung dalam ruang-ruak akademik atau gedung pertunjukan yang eksklusif.

“Melalui tema Beyond Movement, kami ingin membuktikan bahwa seni pertunjukan adalah medium komunikasi yang sangat kuat. Ini bukan hanya tentang gerak raga atau nada suara, melainkan sebuah pengalaman utuh yang mampu menyentuh sisi emosional terdalam penontonnya,” ungkap Dr. Wida.

Senada dengan visi tersebut, Dr. Tri Wahyuningtyas, S.Pd., M.Si., koordinator acara sekaligus penggerak utama kolaborasi ini, menjelaskan bahwa pemilihan Matos sebagai lokasi adalah langkah strategis untuk mendekatkan seni kepada publik. Sinergi antara dunia pendidikan dan sektor privat ini membuktikan bahwa edukasi budaya bisa dilakukan di mana saja, termasuk di tengah hiruk-pikuk pusat perbelanjaan.

 

Maraton Seni 9 Jam: Dari Tradisi hingga Modernitas

Kemeriahan berlangsung secara nonstop selama sembilan jam, mulai pukul 12.00 hingga 21.00 WIB. Panggung Matos menjadi saksi bisu talenta luar biasa dari mahasiswa PSP UM lintas angkatan (2022-2026) serta puluhan komunitas seni profesional.

Sorotan Penampilan Utama:

  • Kolaborasi Epik: Penampilan Arca TataSawara bersama Dancer PSP 2023 memukau pengunjung dengan repertoar Garudea, Jegeg Sajan, dan Nusantara. Ketiganya menyajikan visualisasi gerak yang menceritakan kekayaan filosofi Indonesia.

  • Sentuhan Klasik & Modern: Harmonisasi antara Malang Youth Orchestra dengan talenta PSP UM menghadirkan nuansa megah yang jarang ditemui di ruang publik.

  • Keberagaman Budaya: Penonton disuguhi tari-tarian tradisional yang sakral seperti Tari Gambyong Pareanom, Beskalan Malangan, hingga Tari Pendet. Di sisi lain, energi kontemporer meledak lewat penampilan grup Hyperz dan Beat Killers.

Kehadiran komunitas-komunitas besar seperti Sardulo Djojo, Unitantri, Malang Dance, hingga Opus semakin mempertegas predikat Malang sebagai barometer kota seni di Jawa Timur yang tidak pernah kehabisan kreativitas.

Dampak Budaya di Ruang Publik

Sebanyak 32 pengisi acara sukses menyihir ratusan pengunjung Matos yang awalnya hanya berniat berbelanja, namun akhirnya berhenti sejenak untuk mengapresiasi karya. Acara ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat umum tetap memiliki rasa haus akan tontonan yang berkualitas dan edukatif.

Bagi generasi muda, Beyond Movement bukan sekadar hiburan, melainkan ruang belajar terbuka untuk mengenal akar budaya sekaligus melihat sejauh mana seni pertunjukan bisa berkembang di era modern. PSP UM telah berhasil mengubah fungsi mal menjadi wadah literasi budaya yang efektif dan menyenangkan.

Mengapa Acara Ini Penting?

  1. Aksesibilitas Seni: Menghilangkan batasan antara seniman dan penonton awam.

  2. Pelestarian Budaya: Memperkenalkan tarian tradisional kepada generasi Z dan Alpha di lokasi favorit mereka.

  3. Kolaborasi Lintas Disiplin: Menyatukan musik, tari, dan teater dalam satu panggung besar.

Perayaan Hari Tari Sedunia 2026 oleh PSP UM ini meninggalkan kesan mendalam: bahwa seni akan selalu menemukan jalannya untuk menyentuh hati manusia, selama ada ruang yang diberikan kepadanya—bahkan di tengah riuhnya pusat perbelanjaan. (Afx)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait