gomalang.id – Malang,- Langkah lanjutan Pemkot Malang untuk mengembalikan fungsi penghijauan di Jalan Soekarno-Hatta (Soehat),pasca pembangunan drainase, dengan melakukan penanaman pohon tabebuya.
Penanaman pohon tabebuya tersebut dilakukan di lokasi sesuai yang direncanakan awal,yakni difokuskan di depan Politeknik Negeri Malang (Polinema).
Langkah cepat pihak Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti arahan Walikota Malang,serta merespon sorotan publik terkait berkurangnya ruang hijau dikawasan Suhat.

Dipilihnya pohon tabebuya untuk ditanam dikawasan Suhat,Plh Dinas Lingkungan Kota Malang,Gamaliel Raymond Matondang mengatakan ” Jenis pohon tabebuya dipilih karena memiliki karakter daun yang lebar sehingga sangat relatif sesuai dengan kondisi lahan yang tersisa di lokasi Suhat,”
Kadis Lingkungan Hidup Kota Malang itu berharap,dengan ditanaminya pohon tabebuya,memberi fungsi penghijauan,maka kawasan Jalan Suhat agar terlihat estetis hijau,” terang Raymond.
Dia juga menjelaskan,bahwa prioritas pohon tabebuya ditanam ditanah.
“Prioritas kami tetap menanam langsung di tanah. Tetapi jika tidak memungkinkan, sebagian bisa ditanam dipot besar menjadi alternatif,nya,” jelasnya.
Secara keseluruhan, DLH ditargetkan sekitar 250 pohon Tabebuya akan ditanam secara bertahap.
“Dengan lokus penanaman tidak hanya berada di tepi jalan utama saja, tetapi juga masuk ke area strategis,” bebernya
“Penanaman ini sudah kami lakukan sejak pagi tadi. Untuk tahap awal, ada 40 pohon Tabebuya yang kami tanam,” ujar Raymond menambahkan.
Raymond juga menyampaikan,jika penanaman pohon Tabebuya itu dilakukan sembari menunggu realisasi pembangunan pedestrian oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Dan pihak DLH Kota Malang memanfaatkan waktunya saat ini ,untuk tetap memperindah kawasan sekaligus memperkuat fungsi ekologisnya.
(Her)





