gomalang.id – Malang,- Salah satu cara merawat Ibu Pertiwi.Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang bersama jajaran struktural DPC melakukan tanam bibit pohon pelindung,Jumat (23/01/2026) pagi
Jenis bibit pohon yang ditaman itu merupakan pohon pelindung ,berupa bibit pohon Sukun dan Mahoni ,penanaman dilakukan di wilayah Kecamatan Kedungkandang,tepatnya di 3 area lingkungan RW 03,04 dan RW 05.
Penanaman bibit pohon tersebut bersama seluruh struktural DPC PDI Perjuangan Kota Malang yang hadir turut ,dan didampingi langsung oleh para Ketua RW,Linmas maupun Satgas Cakrabuwana dan beberapa struktural Ranting.
Usai lakukan tanam pohon,tak lupa Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang menyampaikan ucapan terimakasih atas partisipasi para Ketua RW,Linmas maupun warga setempat yang turut dalam kegiatan tersebut.

“Kami dari DPC PDI Perjuangan Kota Malang,mengucapkan terimakasih pada jajaran struktural partai,Satgas Cakrabuana,Ketua RW,Linmas dan warga yang telah turut berpartisipasi di kegiatan penananaman bibit pohon pada hari ini,” ujar Amithya Ratnanggani Sirraduhita yang akrab di panggil Mbak Mia.
“Kegiatan penanaman bibit pohon kali ini dalam rangka memperingati HUT Ketua Umum,Ibu Megawati yang ke-79,dengan diwarnai merawat Ibu Pertiwi,itulah esensinya,”tandas Mbak Mia.
Lanjut kepada awak media dilokasi,Mbak Mia selaku Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang menyampaikan,bahwa jumlah bibit pohon yang ditanam sejumlah 100 bibit ,50 bibit pohon Sukun dan 50 bibit pohon Mahoni.
“Adapun dipilihnya bibit pohon tersebut,karena tumbuhnya berkembang besar sebagai pohon pelindung dan akarnya kuat yang berfungsi sebagai resapan air,” kata Mbak Mia

Menurut Mbak Mia,selain bibit pohon Mahoni sebagai pohon pelindung.Bibit pohon Sukun selain masuk katagori pohon ketahanan pangan,karena buahnya bisa dinikmati dalam berbagai olahan,juga bisa sebagai herbal medis,pohon Sukun juga memiliki nilai historis dan filosofi.
“Sejarahnya ,dulu Bung Karno merenung dan menggali Pancasila itu dibawah pohon Sukun,sewaktu menjalani pembuangan di Pulau Ende oleh Belanda,” Pungkas Mbak Mia bercerita singkat.
(Rul)





