Malang, gomalang.id – Warga Kota Malang dikejutkan oleh insiden amblesnya trotoar di Jembatan Brantas (lokasi strategis di atas Kampung Warna-warni Jodipan). Kerusakan parah ini terjadi setelah wilayah Kota Malang diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi selama beberapa hari terakhir, puncaknya pada hari Minggu (23/11) dari siang hingga malam.
Analisis Penyebab: Drainase Buruk dan Erosi Di Jodipan
Menurut pengamatan Ginanjar, insiden amblesnya trotoar Jembatan Brantas ini bukan semata-mata karena faktor alam. Ada dugaan kuat bahwa masalah drainase yang buruk di area RW 12 di atas jembatan menjadi pemicu utama.
“Beberapa waktu terakhir memang sudah ada tanda-tanda. Saluran air di wilayah RW 12 banyak yang buntu. Lalu pengaspalan di jalur atas menutup drainase yang seharusnya mengalirkan air,” jelas Ginanjar.
Air hujan yang tidak dapat tertampung oleh saluran yang tersumbat, akhirnya melimpas deras ke tebing di bawah jembatan, yang merupakan kawasan padat penduduk dan curam. Hal ini memicu percepatan erosi tanah dan kejenuhan air, yang berujung pada longsor kecil yang merusak struktur trotoar.

Respons Cepat Pemerintah Kota Malang dan BBPJN
Menanggapi darurat kerusakan infrastruktur ini, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang langsung mengambil langkah cepat. DPUPRPKP segera berkoordinasi intensif dengan Balai Besar Pengelola Jalan Nasional (BBPJN) untuk menyusun rencana penanganan dan perbaikan kerusakan jembatan secara struktural.
Insiden ini sekaligus menjadi penekanan penting bagi Pemerintah Kota Malang untuk melakukan evaluasi serius terhadap semua proyek pembangunan di daerah yang berdekatan dengan struktur jembatan, terutama yang berkaitan dengan sistem drainase dan tata ruang. (IS)





