Seni Tanpa Batas: Workshop Topeng Malang Libatkan 15 Anak Difabel

MALANG, Gomalang.id — Semangat pelestarian budaya lokal dan pemberdayaan penyandang disabilitas menyatu dalam gelaran “Harmonisasi Griya Kriya Topeng Ramah Difabel dan Pasar Seni Bareng”. Diinisiasi oleh Sanggar Budaya Anak Nareswari, acara ini menghadirkan Workshop Melukis Topeng Malang pada Sabtu (25/7/2026) di Griya Kriya Topeng Ramah Difabel, Kedungkandang, Kota Malang.

Program inklusif ini terealisasi berkat dukungan bantuan Institusional Dana Indonesiana T.A. 2025, yang bertujuan membuka ruang kreatif ramah difabel sekaligus mengenalkan warisan budaya khas Malang kepada masyarakat luas.

Wadah Ekspresi dan Inklusi

Sebanyak 15 anak difabel—termasuk penyandang tuna grahita, rungu wicara, tuna daksa, dan Down syndrome—tampak antusias mengikuti jalannya lokakarya. Didampingi oleh tim fasilitator, para peserta diajak mengenal karakter Topeng Malang sebelum menuangkan imajinasi dan warna di atas media seni tersebut.

Ketua Pelaksana Kegiatan sekaligus pengurus Sanggar Budaya Anak Nareswari, Ndaru Lazarus, menegaskan pentingnya ketersediaan ruang berekspresi yang setara bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

“Kami berharap anak-anak difabel memiliki ruang yang lebih luas untuk berekspresi dan mengembangkan kreativitasnya. Seni dan budaya dapat menjadi media yang mempertemukan berbagai latar belakang sekaligus membangun kepercayaan diri dan kemandirian,” ujar Ndaru.

Mendorong Kemandirian dan Pengikisan Stigma

Lebih dari sekadar wujud pelestarian budaya, kegiatan ini menjadi bukti nyata peran seni sebagai sarana pemberdayaan sosial. Melalui interaksi langsung dalam workshop, diharapkan stigma dan hambatan sosial terhadap kelompok penyandang disabilitas dapat terkikis secara bertahap.

Melalui pemanfaatan Dana Indonesiana, Sanggar Budaya Anak Nareswari berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan seni budaya yang inklusif dan berkelanjutan. Griya Kriya Topeng Ramah Difabel pun diproyeksikan menjadi pusat ruang kreatif yang menyatukan pelestarian tradisi, kesetaraan hak, dan pemberdayaan masyarakat di masa depan.

Penulis: Putri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait