Gerakan Selamatkan Osob Kiwalan Lewat Podcast Ngalam Hebak

Malang, Gomalang.id – Pelestarian osob kiwalan—bahasa terbalik khas Arek Malang—memasuki fase konkret. Langkah strategis ini mengemuka dalam diskusi interaktif podcast Ngalam Hebak bertajuk “Ngalam Hebak: Dari Osob Kiwalan Menuju Masa Depan Malang Raya”, yang berlangsung di Kedai Kopi Rumah 1879, kawasan cagar budaya Kauman, Kota Malang.

Inisiatif yang diprakarsai oleh Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Danang Setiyo PS ini menggalang kolaborasi lintas sektor. Langkah tersebut menjadi tindak lanjut langsung setelah pencanangan deklarasi gerakan Ngalam Hebak—Malang Kabeh di Kampung Celaket dua hari sebelumnya.

Membangun Solidaritas dan Modal Sosial

Kombes Pol. Danang menekankan bahwa kebudayaan osob kiwalan membawa nilai historis dan ikatan emosional yang kuat bagi masyarakat. Bahasa ini bukan sekadar permainan kata atau teknik membalik bunyi suku kata, melainkan fondasi kebersamaan dan identitas sosial.

“Osob kiwalan bukan sekadar membalik kata. Di dalamnya ada sejarah dan solidaritas masyarakat Malang. Tujuannya bukan sekadar mengingat masa lalu, tetapi memastikan identitas itu tetap hidup. Setelah deklarasi hingga adanya podcast ini, pekerjaan sebenarnya baru dimulai,” tegas Danang.

Penasihat Ahli Kapolri sekaligus sejarawan, Prof. Hermawan Sulistyo, mengingatkan agar penguatan nilai lokal ini dijadikan modal sosial yang inklusif. Menurutnya, pemaknaan identitas daerah harus mempererat rasa kebangsaan dan persatuan tanpa memicu eksklusivisme kelompok.

Strategi Revitalisasi dan Dukungan Pemerintah

Tantangan arus globalisasi menuntut pendekatan baru agar bahasa daerah tetap relevan bagi generasi muda. Akademisi dari Universitas Brawijaya, Dr. Ahmad Imron Rozuli, menyatakan bahwa revitalisasi osob kiwalan memerlukan ruang-ruang ekspresi modern yang adaptable agar generasi penerus memiliki rasa bangga dan kepemilikan terhadap budayanya.

Pemerintah Kota Malang menyambut positif sinergi ini. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung penuh pemeliharaan warisan budaya tersebut melalui langkah nyata:

  • Penyusunan Dokumentasi Akademis: Menyusun kamus resmi osob kiwalan sebagai rujukan literasi dan sarana edukasi generasi mendatang.

  • Penguatan Ruang Kolaborasi: Memanfaatkan platform digital seperti podcast untuk memperluas jangkauan komunikasi publik.

  • Integrasi Keseharian: Mendorong penerapan kebudayaan lokal dalam aktivitas sosial masyarakat agar tidak berhenti pada wacana teoritis.

Dari perspektif keamanan dan ketahanan sosial, pengamat dari ISSES, Bambang Rukminto, menilai bahwa ikatan budaya yang solid merupakan benteng pertahanan sosial paling efektif. Masyarakat yang memiliki kesadaran identitas bersama cenderung lebih tangguh dalam menjaga kondusivitas lingkungan.

Titik Mula Gerakan Berkelanjutan

Rangkaian kegiatan yang diawali dari Kampung Celaket hingga diskusi di kawasan heritage Kauman menandai komitmen bersama untuk menjaga osob kiwalan agar tidak tergerus zaman. Gerakan Ngalam Hebak hadir sebagai wadah inklusif bagi seluruh elemen masyarakat untuk merawat identitas Arek Malang, sekaligus memastikan nilai-nilai lokal tetap hidup dan diwariskan secara berkelanjutan. (Isp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait