MALANG, Gomalang.id– Antusiasme luar biasa menyelimuti Taman Krida Budaya Malang pada Jumat malam (17/07/2026). Ribuan pasang mata menyaksikan langsung Pagelaran Topeng Panji dengan lakon “Satya Laku”. Acara yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur ini turut dihadiri oleh Ketua Komisi E DPRD Jatim, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP.
Melihat langsung gemuruh penonton di lokasi, Sri Untari mengaku sangat bangga dan mengapresiasi kerja keras penyelenggara.
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada Disbudpar Jatim yang sukses menyuguhkan pertunjukan seni budaya berkualitas tinggi dan berhasil menyedot antusiasme luar biasa dari masyarakat,” ujar Sri Untari.
Magnet Budaya Bagi Generasi Muda
Lebih dari 2.000 penonton memadati area pertunjukan. Menariknya, mayoritas dari mereka berasal dari kalangan akademisi dan generasi muda Malang Raya. Fenomena ini membuktikan satu hal penting: seni tradisi tidak pernah kehilangan taringnya.
Menurut politisi yang akrab disapa Srikandi Perjuangan ini, Topeng Panji sebagai warisan budaya adiluhung Jawa Timur terbukti tetap memikat ketika dikemas secara kreatif, modern, dan relevan dengan tren masa kini.

Oleh karena itu, ia berharap agenda berbasis budaya seperti ini bisa terus diperluas dan digelar secara konsisten. Selain sebagai sarana hiburan, acara ini sangat efektif menjadi ruang edukasi, pelestarian sejarah, dan penguat identitas lokal.
Budaya Sebagai Investasi Masa Depan
Melalui keterangannya pada Minggu (19/07/2026), Sri Untari menegaskan kembali pentingnya menjaga akar budaya bangsa di tengah gempuran zaman.
“Budaya itu bukan cuma peninggalan masa lalu yang statis, melainkan investasi besar untuk masa depan. Kebudayaan mampu menyatukan masyarakat, memantik inspirasi generasi muda, dan memperkokoh jati diri kita sebagai bangsa,” pungkasnya.





