Meriahkan Maulid Nabi dan HUT RI ke-81, Ponpes Sunan Kalijogo Jabung Gelar Silaturrahmi Drumband

Malang, Gomalang.id — Dalam rangka memperingati dua momen bersejarah sekaligus, yakni Hari Besar Islam Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Pondok Pesantren Sunan Kalijogo Jabung sukses menggelar ajang Silaturrahmi Drumband. Kegiatan yang berlangsung meriah di komplek pesantren ini diikuti oleh 8 tim peserta dari berbagai kontingen.

Atraksi pertunjukan musik baris-berbaris ini tak sekadar menjadi hiburan visual dan audio bagi masyarakat sekitar, melainkan juga wahana pembentukan karakter santri. Alunan ritme perkusi, instrumen tiup, hingga aksi memukau dari tim color guard dan mayoret berhasil memukau para penonton yang memadati area acara.

Pembentukan Karakter dan Saluran Bakat Santri

Seni drumband di lingkungan pesantren kini bertransformasi dari sekadar kegiatan ekstrakurikuler menjadi sarana edukasi karakter yang krusial. Melalui harmoni nada dan presisi baris-berbaris, santri dilatih untuk memiliki kedisiplinan tinggi, ketahanan fisik, serta solidaritas antar sesama.

Kepala Sekolah SMP Sunan Kalijogo Bapak Zainuri menegaskan pentingnya kegiatan ini dalam menunjang keperibadian para murid. Menurutnya, proses panjang latihan hingga tampil di panggung utama membentuk mentalitas kepemimpinan yang kuat.

“Kegiatan drumband ini efektif melatih rasa tanggung jawab, kepemimpinan, dan kerja sama tim. Di sini santri belajar bahwa keberhasilan sebuah lagu tidak ditentukan oleh satu orang, melainkan kekompakan seluruh tim,” ujar Kepala Sekolah SMP Sunan Kalijogo Bapak Zainuri.

Selain membentuk karakter, drumband menjadi wadah ideal bagi santri untuk menyalurkan minat seni musik dan olah tubuh di luar jam kegiatan keagamaan serta akademis.

Media Syiar dan Promosi Lembaga

Kehadiran drumband pesantren tidak hanya berdampak secara internal. Dalam berbagai kesempatan, seperti peringatan hari besar Islam, acara perpisahan santri, hingga perayaan lokal, grup drumband pesantren kerap menjadi bintang utama yang dinantikan warga masyarakat.

Kepala Sekolah SMK Sunan Kalijaga Bapak Sahli menyampaikan bahwa kegiatan ini juga berfungsi strategis sebagai media komunikasi publik pesantren kepada masyarakat luas.

“Drumband menjadi media syiar yang efektif. Penampilan yang atraktif dan disiplin menjadi daya tarik tersendiri sekaligus sarana promosi positif Pondok Pesantren Sunan Kalijogo kepada masyarakat luas,” ungkap Kepala Sekolah SMK Sunan Kalijaga Bapak Sahli.

Manajemen Latihan dan Pembagian Peran

Keberhasilan penampilan 8 peserta dalam ajang silaturrahmi ini tidak terlepas dari sistem pembinaan yang terstruktur di lingkungan pondok pesantren:

  • Jadwal Latihan Teratur: Proses latihan diatur secara ketat agar tidak mengganggu kegiatan mengaji dan sekolah formal, biasanya mengambil porsi waktu di sore hari atau akhir pekan.

  • Pembagian Peran Spesifik: Santri dikelompokkan sesuai bakat dan minat, mulai dari lini perkusi (snare drum, bass drum, tenor), melodi (pianika dan marching bell), hingga aksesoris penampilan seperti color guard (penari bendera) dan field commander (mayoret).

  • Pendampingan Profesional: Proses pengasahan bakat mendatangkan pelatih khusus dari luar yang berkolaborasi dengan guru seni internal pondok untuk memastikan teknik dan koreografi berjalan optimal.

Ajang silaturrahmi drumband ini diharapkan terus menjadi agenda rutin tahunan untuk mempererat tali persaudaraan antar-santri sekaligus menjaga keharmonisan nilai keagamaan dan kebangsaan di Pondok Pesantren Sunan Kalijogo Jabung. (Arf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait