Lautan Jamaah Gus Iqdam Padati Stadion Gajayana Malang

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi. Sejak sore hari atau beberapa jam sebelum acara dimulai, area dalam stadion sudah dipadati jamaah yang datang lebih awal untuk mengamankan tempat duduk.

Mengingat acara yang digelar di wilayah Kelurahan Kauman ini diperkirakan dihadiri hingga 10.000 jamaah, pihak berwenang langsung menerapkan rekayasa lalu lintas secara ketat. Sejumlah titik di sekitar Jalan Semeru—seperti simpang Jalan Bromo, Jalan Merapi, hingga Jalan Lawu—ditutup total untuk kendaraan umum.

Sebagai gantinya, kantong parkir kendaraan roda dua dan roda empat disediakan di sepanjang Jalan Welirang, Jalan Argopuro, hingga kawasan Taman Slamet. Pihak kewilayahan juga mengimbau para pelaku usaha dan warga di sepanjang koridor Jalan Kawi untuk mengantisipasi kepadatan arus kendaraan serta pemanfaatan lahan parkir dadakan.

Ratusan Personel Gabungan dan Simulasi TFG

Perwira Pengendali (Padal) Polwan yang bertugas di pintu timur stadion, Khusnul, menyatakan bahwa persiapan pengamanan telah dilakukan secara matang jauh sebelum jamaah memenuhi lokasi.

“Kami sudah bersiaga dan melaksanakan apel arahan pimpinan sejak pukul 15.00 WIB. Sebelum diterjunkan ke titik masing-masing, personel juga mengikuti Tactical Floor Game (TFG) untuk simulasi pengamanan,” ujar Khusnul saat ditemui di sela-sela tugasnya.

Khusnul menjelaskan, dirinya membawahi 11 personel khusus untuk mengamankan sektor pintu timur. Pola pengamanan dibagi secara spesifik di setiap sudut stadion, termasuk menempatkan perwira pengendali khusus di area VIP dan pintu masuk lainnya.

Pengamanan berskala besar ini melibatkan sinergi lintas instansi, mulai dari TNI, Satpol PP, Damkar, hingga Dinas Kesehatan yang menyiagakan sejumlah armada ambulans di titik-titik strategis.

Tribun VIP Ramah Difabel

Salah satu hal menarik dalam pengelolaan acara kali ini adalah penataan zonasi yang inklusif di area VIP. Berdasarkan hasil rapat koordinasi panitia, tribun VIP tidak hanya diperuntukkan bagi tamu undangan Gus Iqdam dan pejabat publik, tetapi juga dirancang ramah bagi kelompok rentan.

Sejumlah kepala daerah dari Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu) pun tampak hadir di area ini.

“Tamu undangannya beragam. Berdasarkan hasil rapat kemarin, kami juga memfasilitasi anak-anak difabel di area VIP karena tidak mungkin (keamanannya) disamakan dengan jamaah umum di luar. Jadi, mereka ditempatkan di dalam (VIP),” pungkas Khusnul. (Dms,Fln,Asy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Sejarah Dibalik Nama Klojen

Salah satu kecamatan tertua di Kota Malang adalah Klojen. Lokasi Klojen cukup krusial karena posisi nya yang tepat di tengah Kota Malang, dan langsung berbatasan

Read More »