MALANG, Gomalang.id — Setelah melewati proses pengerjaan selama hampir dua bulan, Jembatan Garuda di Kampung Putih, Kelurahan Klojen, Kota Malang, akhirnya resmi beroperasi. Infrastruktur penyeberangan yang dibangun oleh Kodim 0833/Kota Malang ini menjadi salah satu dari 2.500 jembatan yang diresmikan secara serentak di seluruh Indonesia oleh Presiden Republik Indonesia pada Kamis (13/8).
Jembatan bentang sepanjang 30 meter tersebut dihadirkan sebagai solusil konkrit untuk mengatasi keterbatasan aksesibilitas warga lokal. Komandan Kodim (Dandim) 0833/Kota Malang, Letkol Inf. Dedy Azis, menegaskan bahwa keberadaan jembatan ini diharapkan membawa dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan, baik dari aspek interaksi sosial maupun roda perekonomian warga sekitar.

Miskalkulasi Target akibat Kendala Teknis
Proses pembangunan jembatan ini sebenarnya sempat memakan waktu lebih lama dari estimasi awal. Letkol Inf. Dedy Azis mengungkapkan, pengerjaan semula ditargetkan rampung dalam durasi 35 hari. Kendati demikian, beberapa kendala teknis di lapangan membuat masa penyelesaian sedikit bergeser.
“Awalnya target pengerjaan selesai dalam 35 hari. Namun, karena dinamika di lapangan—khususnya terkait distribusi material dan proses pengecoran—total pengerjaan akhirnya memakan waktu satu bulan 20 hari,” terang Dedy saat memberikan keterangan.
Meski demikian, kendala teknis tersebut berhasil teratasi tanpa mengurangi spesifikasi dan kelayakan bangunan. Jembatan kini dapat diakses secara aman oleh warga lokal untuk menunjang aktivitas harian.
Sambungkan Dua Wilayah dan Puluhan Kepala Keluarga
Keberadaan Jembatan Garuda secara langsung menghubungkan wilayah pemukiman di sisi barat dan timur Kampung Putih. Secara keseluruhan, terdapat 42 Kepala Keluarga (KK) yang langsung merasakan manfaat dari fasilitas penyeberangan anyar ini.
Sisi Barat: Terhubung langsung dengan 30 KK.
Sisi Timur: Menjangkau mobilitas 12 KK.
Untuk menjaga kestabilan serta keawetan struktur jembatan, terdapat aturan khusus bagi pengguna jalan. Kendaraan roda dua diperbolehkan melintas, namun para pengendara diwajibkan untuk mematikan mesin dan menuntun sepeda motor mereka saat menyeberang.
Kodim 0833 Buka Peluang Pengajuan Jembatan Baru
Peresmian Jembatan Garuda bukan akhir dari program pembangunan infrastruktur di Kota Malang. Kodim 0833/Kota Malang telah menyiapkan alokasi pembangunan tiga jembatan beton tambahan yang ditargetkan selesai dalam tahun anggaran ini. Rinciannya meliputi dua titik pembangunan di kawasan Kotalama dan satu titik di wilayah Kecamatan Lowokwaru.
Lebih jauh, Dandim menegaskan bahwa jajaran TNI bersikap terbuka terhadap aspirasi warga. Pihaknya siap menambah kuota pembangunan di luar rencana awal sesuai dengan instruksi pimpinan pusat.
“Target kami dari Bapak Kasad dan Pak Presiden sebenarnya sebanyak-banyaknya. Silakan bagi masyarakat yang membutuhkan pembangunan atau perbaikan jembatan di wilayahnya untuk mengajukan usulan ke Kodim,” tutur Dedy.
Prosedur pengajuan juga dipastikan tidak akan menyulitkan warga. Warga yang membutuhkan aksesibilitas cukup menyandarkan laporan dasar berupa titik lokasi serta deskripsi kebutuhan akses yang perlu dibangun maupun diperbaiki tanpa birokrasi yang rumit. (Qin’s)








