MALANG, Gomalang.id – Dalam rangka menyukseskan agenda besar 1.000 Event Kota Malang, sebuah pameran seni lukis berskala regional resmi digelar, di gedung MCC. Acara bergengsi ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus ruang ekspresi yang dihadiri oleh perwakilan tokoh dan budayawan dari berbagai penjuru Jawa Timur, Senin 3 Agustus 2026.
Pameran ini menampilkan sebanyak 180 karya seniman profesional, dipadukan secara harmonis dengan 100 lukisan karya anak-anak Sekolah Budaya Desa Sukolilo. Kehadiran karya dari generasi muda ini menegaskan pentingnya regenerasi dan pendidikan karakter berbasis seni sejak dini. Suasana pameran pun makin hangat dan semarak dengan penampilan Tari Topeng Malangan, tarian khas yang menjadi simpul identitas budaya lokal.

Sinergi yang terbangun tidak hanya berhenti pada ranah seni rupa. Penyelenggaraan event ini dirancang untuk menciptakan kolaborasi strategis antara sektor budaya dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Melalui jaringan kerja sama ini, diharapkan lahir berbagai inovasi baru yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa berbasis ide-ide inovatif.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana, menyampaikan bahwa jejaring kolaborasi antar-seniman memiliki peran vital dalam melestarikan akar tradisi.
“Kreativitas yang lahir dari para seniman ini tidak hanya memperkuat pemajuan seni dan budaya, tetapi juga menjadi kekuatan utama untuk memberdayakan masyarakat serta memperkokoh posisi Malang sebagai Kota Kreatif,” tegas Suwarjana.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan dukungan terhadap pemajuan seni lokal, acara ditutup dengan penyerahan cenderamata istimewa. Ibu Anik Hasan, selaku perwakilan pelukis senior sekaligus sesepuh dunia seni rupa, menyerahkan sebuah karya lukisan bertema khusus MBG kepada Bapak Suwarjana. (Isp)





