gomalang.id – Malang,- Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang saat dr. Husnul Muarif, MM, menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan,agar terhindar dari Influensa A (super flu) yang dikenal dengan istilah medik H3N2.
“Influenza A(H3N2) adalah virus flu yang sudah lama ada dan beredar setiap tahun. Virus ini bisa berubah secara alami dari waktu ke waktu, dan salah satu bentuk terbarunya disebut subclade K. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dalam beberapa bulan terakhir memang terjadi peningkatan kasus flu di berbagai negara,” ujar Kadinkes,Husnul Muarif saat ditemui awak media,Rabu (21/01/2026)
“Virus itu kan dimana-mana pasti ada.Sekarang ini lagi marak influensa yang mengalami perubahan genetik atau mutasi,sehingga muncul influensa A,” terangnya
Pihaknya menghimbau,salah satu pencegahan dini, warga masyarakat harus
mempertahankan pola hidup bersih dengan menjaga
kesehatan,suplay vitamin,hindari kecapekan,banyak konsumsi air meneral yang hangat.
Termasuk mengikuti protokol kesehatan ditempat umum,dengan menggunakan masker.
“Ikuti protokol kesehatan seperti masa-masa covid beberapa waktu.Selain memakai masker saat ditempat umum,selalu cuci tangan,gunakan sabun pembersih dan henitizer,” jelas Husnul.
“Jika dirasa perlu,yah lakukan vaksinasi flu melalui layanan puskesmas maupun dokter di klinik-klinik kesehatan yang ada.Hal itu untuk mengurangi resiko terpapar virus H3N2 atau Super flu,” tegas Kadiskes Kota Malang.
Untuk saat ini di lokal kota malang belum ada data valid yang menunjukan adanya warga yang terkena flu berat katagori nfluenza A.
“Alhamdulillah terkait data kesehatan adanya warga yang terpapar influenza A belum ada untuk di Kota Malang.Teman-teman melalui layanan kesehatan tetap melakukan pemeriksaan di dua tempat,yakni di Dinoyo dan RSSA (,Saiful Anwar),” ujarnya
Disampaikan olehnya,untuk pemeriksaan di Dinoyo ,itu untuk pemeriksaan kesehatan ringan sedangkan untuk tipe ISPA(Infeksi Saluran Pernapasan Akut) di RS.Saiful Anwar,nantinya sample nya akan diambil dan dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat) di Surabaya.
“Jika dalam pemeriksaan ditemukan dan ditengarai ada kecurigaan untuk influensa yang bermutasi,maka sample nya akan dikirim ke Jakarta ke Balai Besar Biologis,untuk dipastikan jenis virusnya.
Menurut Kadinkes Kota Malang,pasien yang terpapar virus H3N2 tidak perlu dikarantina sebagaimana virus Covid 19,yang sangat berdampak pada psikologis pasien.
“Masyarakat tidak perlu takut dengan adanya virus H3N2 namun tetap waspada.Kami siap berikan layanan kesehatan melalui 16 Puskesmas utama,33 Puskesmas Pembantu (Pustu) dan 29 Rumah Sakit,untuk membantu,diakses untuk melakukan pemeriksaan awal dan lebih lanjut,” pungkas dr,Husnul Muarif,MM selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang.
(Her)





