Pengajian RW 03 Pisang Candi Malang

MALANG, Gomalang.id – Semangat kebersamaan dan nilai-nilai kearifan lokal tampak begitu kental menyelimuti pemukiman warga RW 03, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Pada Rabu malam (21/10/2026), masyarakat setempat berkumpul dan menyatu dalam suasana khusyuk untuk memperingati acara Tasyakuran dan Pengajian Umum bertajuk “Guyub Rukun Saklawase”.

Ratusan warga dari berbagai latar belakang tampak memadati kawasan acara sejak awal kegiatan dimulai. Area panggung utama hingga sepanjang jalan pemukiman dipenuhi oleh para jamaah yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Tidak hanya didominasi oleh kaum bapak dan ibu, kehadiran para pemuda hingga anak-anak turut menyemarakkan malam tasyakuran tersebut, mencerminkan regenerasi semangat gotong royong yang amat kuat.

Gema sholawat dan puji-pujian keagamaan menjadi pembuka rangkaian kegiatan yang menyejukkan suasana malam. Puncak acara diisi dengan penyampaian tausiyah spiritual oleh ustazah Ning Sisca Farisa Dhona. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan pesan-pesan mendalam mengenai pentingnya:

  • Merawat tali silaturahmi antar sesama warga sebagai fondasi kedamaian lingkungan.

  • Memperkokoh rasa toleransi dan kepedulian dalam kehidupan bertetangga sehari-hari.

  • Meningkatkan rasa syukur atas karunia keharmonisan serta ketenteraman hidup yang dirasakan masyarakat.

Agenda tasyakuran ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan sarana efektif untuk mempererat kehangatan persaudaraan antarwarga di RW 03 Kelurahan Pisang Candi. Melalui penguatan semangat “Guyub Rukun Saklawase” (Rukun dan Bersatu Selamanya), masyarakat berharap nilai-nilai kepedulian sosial, keharmonisan, dan budaya gotong royong di wilayah Kecamatan Sukun dapat senantiasa terjaga secara berkelanjutan.

Hingga penghujung acara, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan sangat tertib, lancar, dan aman. Keterlibatan aktif dan antusiasme tinggi dari masyarakat menjadi bukti nyata betapa kuatnya ikatan kebersamaan warga Kelurahan Pisang Candi dalam merawat tradisi keagamaan sekaligus menjaga kerukunan sosial di lingkungan tempat tinggal mereka. (Isp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait