Spenlibel Dorong Peran Ayah Lewat Program GEMAR

Gomalang.id – Malang, Suasana penerimaan laporan hasil belajar atau raport tengah semester di SMP Negeri 15 Kota Malang (Spenlibel) berlangsung hangat dan penuh keterlibatan orang tua. Sekolah yang berlokasi di kawasan Klojen ini konsisten menggemakan program khas bertajuk GEMAR (Gerakan Ayah Mengambil Raport), sebuah inisiatif yang mendorong keterlibatan figur ayah dalam mengawal pendidikan anak, Kamis (8/10/2026).

Melalui program GEMAR, manajemen sekolah mengajak para ayah untuk menyempatkan waktu hadir langsung di sekolah. Langkah ini diambil guna memperkuat koordinasi serta membangun sinergi yang solid antara lingkungan keluarga dan lembaga pendidikan dalam memantau tumbuh kembang peserta didik.

Sesi pembagian raport ini dimanfaatkan para wali murid untuk berdialog interaktif dengan masing-masing wali kelas. Ruang diskusi terbuka ini mencakup pembahasan mengenai capaian akademis hingga pembentukan karakter siswa selama separuh semester berjalan. Tak hanya itu, sebagai sekolah penerima predikat Adiwiyata, pelaksanaan kegiatan tetap mengedepankan budaya ramah lingkungan, kerapian, serta suasana belajar yang kondusif.

Wali Kelas 8H SMPN 15 Malang, Adi Prasetyo, menyambut positif tingginya partisipasi para orang tua laki-laki pada agenda kali ini. Menurutnya, kehadiran figur ayah memberikan dampak psikologis dan motivasi tersendiri bagi perkembangan belajar anak.

“Alhamdulillah, khusus di kelas 8H, tingkat partisipasi ayah yang hadir mengambil raport mencapai sekitar 60 persen, sedangkan ibu sebanyak 40 persen. Kehadiran orang tua laki-laki secara langsung sangat krusial agar mereka memahami betul dinamika serta proses perkembangan belajar anak di sekolah,” ujar Adi.

Pada kesempatan yang sama, Adi juga mengedukasi para wali murid mengenai transisi sistem penilaian dalam Kurikulum Merdeka, yakni peralihan dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) menjadi Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP).

Ia menjelaskan bahwa Kurikulum Merdeka tidak lagi mengukur kelulusan siswa lewat batas angka kuantitatif tunggal berjarak 0 hingga 100. Penilaian kini beralih ke pendekatan asesmen formatif yang lebih kualitatif, fleksibel, dan deskriptif untuk memotret kemampuan siswa secara riil.

Metode evaluasi dalam KKTP menerapkan beberapa instrumen pendukung:

  • Deskripsi Kriteria: Penilaian berbasis daftar indikator kompetensi yang menggambarkan apakah capaian siswa sudah memadai atau belum.

  • Rubrik Penilaian: Pemetaan kualitas belajar secara bertahap, mulai dari kategori mulai berkembang, layak, cakap, hingga mahir.

  • Interval Nilai: Penentuan rentang persentase untuk tindakan lanjutan, di mana rentang 0–40% memerlukan remedial menyeluruh, sementara rentang 61–80% menandakan siswa telah mencapai tujuan pembelajaran.

Perubahan mendasar ini diusung untuk menggeser orientasi pendidikan dari sekadar mengejar angka formalis menjadi fokus pada mutu proses belajar. Selain menghindari praktik manipulasi nilai demi kelulusan semata, KKTP memberikan ruang fleksibilitas bagi para pendidik untuk menyusun kriteria evaluasi yang adaptif sesuai dengan karakter dan kebutuhan setiap peserta didik.

Transformasi sistem evaluasi ini turut mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat pendidikan Kota Malang, Nurul Inaker. Mantan Ketua Komite SMPN 15 dan SMPN 30 Malang periode 2021–2022 tersebut menilai pembaruan Kurikulum Merdeka memberi dorongan positif bagi semangat belajar siswa.

“Peralihan dari KKM menuju KKTP ini menjadi pelecut motivasi bagi para siswa untuk lebih fokus mengarungi seluruh proses pembelajaran. Pendekatan baru ini mendorong potensi kecerdasan intelektual dan karakter anak agar berkembang makin optimal dan berimbang,” tutur Nurul saat dikonfirmasi via telepon.

Melalui sinergi program GEMAR dan penerapan KKTP, SMPN 15 Kota Malang terus berkomitmen menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, transparan, serta berorientasi pada pencapaian kompetensi siswa secara utuh. (Rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait