Festival Mbois 11: Denyut Kreativitas Seniman dan UMKM Kota Malang

Malang, Gomalang.idStadion Gajayana Malang kembali menjadi panggung megah perayaan kreativitas warga lokal melalui pergelaran Festival Mbois 11 Malang Menyala 2026. Ajang tahunan ini tak sekadar menyuguhkan panggung hiburan, melainkan menjadi wadah kolaborasi nyata antara perupa lokal dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menggerakkan roda ekonomi kerakyatan.

Eksplorasi Kanvas Airbrush dan Jiwa “Singo Edan”

Salah satu sudut pameran seni rupa yang paling mencuri perhatian pengunjung adalah deretan karya milik Dharma Aji, seniman sekaligus pematung senior asal Kota Malang. Pria yang akrab dipanggil Pak Dharma ini memamerkan lukisan bertema “Singo Edan” yang dieksekusi dengan teknik airbrush di atas media kanvas—sebuah pendekatan eksploratif yang tergolong unik dan jarang diaplikasikan oleh perupa pada umumnya.

“Karya ini melambangkan semangat ‘Satu Jiwa’ Arema. Saya mengaplikasikan teknik airbrush kanvas yang biasanya lebih sering digunakan untuk media otomotif atau kebutuhan industri film,” jelas Dharma Aji.

Dalam pameran ini, Pak Dharma memajang perjalanan karyanya lintas era:

  • Koleksi Historis (2010): Karya awal eksperimen teknik airbrush kanvas.

  • Karya Sketsa (2023): Dipajang secara konsisten sejak ajang Festival Mbois 9.

  • Karya Teranyar (2026): Lukisan bertema Aremania yang baru diselesaikan sebulan lalu.

Tak hanya seni lukis, ia juga menampilkan deretan patung berbahan fiberglass dengan bentuk kepala rajawali, macan, hingga miniatur kendaraan hias (odong-odong) ikonik khas Kota Malang.

Kolaborasi MCC, Pemkot, dan Komunitas Kreatif

Bagi Dharma Aji, semangat kedaerahan dan kecintaan pada Malang menjadi dorongan utama untuk terus berkarya. Ia menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen Pemerintah Kota Malang, Malang Creative Center (MCC), serta seluruh pihak penyelenggara.

Ia berharap perhelatan semacam ini dapat terus digelar secara rutin setiap tahun demi menjaga ekosistem kreatif Malang yang dinamis serta memberikan ruang ekspresi yang layak bagi generasi muda.

Pusat Kuliner dan Geliat Ekonomi Kerakyatan

Di area lapangan hijau Stadion Gajayana, suasana tak kalah semarak dengan hadirnya Made by Arema Creative Market. Puluhan stan UMKM berjejer menawarkan ragam produk unggulan:

Kategori ProdukJenis Item yang Dijajakan
Kuliner KekinianDimsum, Tahu Gejrot khas Cirebon, Kopi Susu
Makanan & MinumanMakanan berat, aneka camilan, minuman segar
LifestyleProduk fashion lokal dan aksesori

Para pemilik stan memanfaatkan momentum festival tiga hari ini untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Selain mengandalkan lalu lintas pengunjung di lokasi, optimalisasi promosi digital melalui media sosial dan partisipasi pembuat konten (influencer) menjadi strategi utama para pelaku usaha dalam mengenalkan produk lokal Malang ke tingkat yang lebih luas.

Penulis: Felin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait