Menteri Ekraf Apresiasi Ekosistem Kreatif Malang di Festival Mbois 11

Malang, Gomalang.id – Geliat ekonomi kreatif di Jawa Timur terus menunjukkan peningkatan pesat. Kota Malang kembali menjadi sorotan nasional lewat gelaran Festival Mbois 11 (FM11) yang berlangsung meriah di Stadion Gajayana pada 21–23 Agustus 2026. Kehadiran Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Republik Indonesia pada hari kedua acara, Sabtu (22/8/2026), menjadi bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap potensi kreator daerah.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Menteri Ekraf menyusuri berbagai area edukatif dan komersial yang dipersiapkan oleh penyelenggara. Jalur peninjauan mencakup instalasi seni berbasis teknologi Malang Media Arts, bazar produk lokal Made by Arema, hingga ruang jejaring bisnis Malang Creative Connect. Sambutan hangat datang dari jajaran Pemerintah Kota Malang, komunitas Malang Creative Fusion (MCF), serta banyak warga yang memadati Stadion Gajayana.

Poin Penting Apresiasi dan Arahan Menteri Ekraf:

  • Pengakuan Atas Predikat UNESCO: Keberhasilan Malang mempertahankan dan menghidupkan status UNESCO Creative City of Media Arts dinilai bukan sekadar simbolis, melainkan gerakan nyata yang menggerakkan roda ekonomi warga.

  • Sinergi Cagar Budaya dan Seni Modern: Penggunaan Stadion Gajayana yang genap berusia 100 tahun (Satu Abad) sebagai venue utama dinilai sukses mengawinkan nilai sejarah dengan inovasi digital modern.

  • Dukungan Inkubasi dan Pendanaan: Kementerian Ekraf berkomitmen membuka akses pembiayaan, pelatihan inkubasi bisnis, dan pendorongan produk kriya, fesyen, serta gim lokal menuju pasar luar negeri.

  • Pemberdayaan Berbasis Komunitas: Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, akademisi, dan Malang Creative Fusion (MCF) dijadikan acuan (benchmark) bagi kota-kota lain di Indonesia.

Festival Mbois 11 tahun ini mengusung tema “Malang Menyala” sekaligus memperingati tiga momentum penting: peringatan 100 tahun Stadion Gajayana, refleksi penetapan Malang sebagai Kota Kreatif Dunia versi UNESCO, serta perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Melalui konsistensi perhelatan tahunan ini, Kota Malang makin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pusat gravitasi dan inovasi industri kreatif di Tanah Air.

Respon Panitia Terkait Polemik Mural “Malang The Glory Land”

Di tengah kemeriahan acara, panitia penyelenggara menyampaikan klarifikasi resmi terkait insiden penimpaan mural bersejarah “Malang The Glory Land” di kawasan Jalan Arif Rahman Hakim. Panitia menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada komunitas Aremania, seniman, dan masyarakat Kota Malang.

Sebagai langkah perbaikan, tim pelaksana telah membersihkan cat pelapis tersebut serta membuka dialog langsung bersama para pembuat mural awal guna merestorasi karya seni visual itu. Peristiwa ini menjadi catatan evaluasi penting agar pengelolaan ruang publik tetap menghormati karya dan sejarah lokal. (Qin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait