Malang, gomalang.id – Komitmen berkelanjutan dalam mewujudkan tata kelola keuangan negara yang transparan, bersih, dan akuntabel kembali menempatkan Polresta Malang Kota di puncak prestasi. Dalam ajang Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Keuangan Polda Jawa Timur Tahun Anggaran 2026, instansi kepolisian ini sukses memborong empat penghargaan bergengsi sekaligus.
Acara yang berlangsung khidmat di Hotel Santika Premium Surabaya pada Selasa (2/6/2026) tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan Polresta Malang Kota dalam mengelola anggaran negara. Tahun ini, Rakernis mengusung tema besar yang krusial, yaitu “Optimalisasi tata kelola keuangan negara guna penguatan Polri Presisi dalam rangka mendukung Renja pemerintah tahun 2026 yang efektif dan efisien.”
Mewakili Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana, Kepala Seksi Keuangan (Kasikeu) Polresta Malang Kota AKP Totok Hariyanto menerima langsung piagam penghargaan tertinggi tersebut dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Jawa Timur. Apresiasi berskala regional ini diberikan atas capaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Tahun Anggaran 2025 yang secara luar biasa berhasil menyentuh angka sempurna, yakni 100.

Rincian Empat Penghargaan yang Diboyong Pulang
Keberhasilan menyapu bersih empat kategori penghargaan ini menegaskan posisi Polresta Malang Kota sebagai salah satu satuan kerja (satker) terbaik di bawah naungan Polda Jawa Timur. Adapun daftar penghargaan yang berhasil dibawa pulang meliputi:
-
Kinerja Terbaik dalam Rekonsiliasi SAKTI–SPAN: Penghargaan atas ketepatan waktu dan akurasi penyelesaian proses sinkronisasi sistem keuangan SAKTI-SPAN periode Semester II Tahun Anggaran 2025 di lingkungan Polda Jatim.
-
Satuan Kerja Terbaik Capaian IKPA Sempurna: Apresiasi khusus sebagai satker yang mampu mempertahankan performa tanpa cacat dengan nilai IKPA mencapai 100 pada T.A. 2025.
-
Peraih Nilai Sempurna Lingkup Kepolisian Daerah Jatim: Penghargaan atas keberhasilan mempertahankan standar tertinggi evaluasi kinerja anggaran di tingkat regional.
-
Penghargaan Khusus Kapolri: Penghargaan personal yang dianugerahkan langsung atas rekomendasi Mabes Polri kepada AKP Totok Hariyanto (Gus Totok) dalam kapasitasnya sebagai Bendahara Satker dengan capaian IKPA Sempurna (100) T.A. 2025.

Buah Kerja Keras Kolektif dan Manajemen Berbasis Mitigasi Risiko
Saat dikonfirmasi oleh awak media pada Jumat (5/6/2026), Kasikeu Polresta Malang Kota AKP Totok Hariyanto mengungkapkan rasa syukur sekaligus menegaskan bahwa prestasi prestisius ini bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari sinergi dan komitmen kolektif seluruh elemen di Polresta Malang Kota.
“Capaian IKPA bernilai 100 ini merefleksikan bagaimana seluruh fungsi di Polresta Malang Kota mengelola anggaran secara efektif, efisien, dan akuntabel. Kami memastikan bahwa setiap rupiah dari anggaran negara yang diamanahkan, benar-benar digunakan tepat sasaran, berorientasi pada hasil, demi mendukung tugas-tugas kepolisian serta mengoptimalkan pelayanan publik,” ujar perwira yang akrab disapa Gus Totok tersebut.
Lebih lanjut, Gus Totok memaparkan bahwa kunci utama dari kesuksesan ini terletak pada perencanaan yang matang sejak awal tahun anggaran, kepatuhan terhadap regulasi, serta pengawasan yang ketat dan berjenjang mulai dari tahap perencanaan hingga eksekusi realisasi di lapangan. Evaluasi berkala yang dilakukan secara internal mampu memitigasi risiko keterlambatan serapan anggaran maupun kesalahan administrasi.
Arahan Strategis dari Pemangku Kebijakan
Pelaksanaan Rakernis Fungsi Keuangan ini juga diisi dengan berbagai pemaparan materi strategis dari para pakar keuangan negara demi memperkuat kapabilitas personel Polri.
Hanafi Firdaus selaku perwakilan dari Kanwil DJPb Jawa Timur, dalam arahannya mengingatkan seluruh jajaran kepolisian mengenai pentingnya ketertiban administrasi hibah, baik yang berbentuk barang maupun uang. Hal ini krusial agar seluruh bantuan dari pihak ketiga dapat tercatat secara legal dan akurat sebagai aset negara yang sah sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku.
Sementara itu, Kompol Arif Faisol dari Itwasda Polda Jatim memberikan penekanan mendalam terkait pentingnya menerapkan prinsip efisiensi, ekonomis, dan efektivitas (3E) dalam setiap penggunaan anggaran. Ia juga menggarisbawahi agar seluruh satker mematuhi secara ketat Standar Biaya Masukan (SBM) guna menghindari temuan audit di kemudian hari.
Apresiasi tinggi juga datang dari Kabidkeu Polda Jatim, Kombes Pol Singgih Rachmanto. Ia menyatakan rasa bangganya atas capaian yang diraih Polresta Malang Kota dan berharap keberhasilan ini dapat dijadikan sebagai role model (percontohan) bagi satuan wilayah (satwil) dan satuan kerja lainnya di jajaran Polda Jawa Timur.
Dengan adanya pencapaian gemilang ini, Polresta Malang Kota diharapkan tidak hanya mempertahankan iklim tata kelola keuangan yang bersih dan bebas korupsi secara internal, namun juga mampu mentransformasikannya ke dalam peningkatan kualitas pelayanan masyarakat secara nyata. Pengelolaan anggaran yang optimal dipastikan akan berbanding lurus dengan peningkatan kinerja aparat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di wilayah Kota Malang. (Dms)





