MALANG, gomalang.id – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, suasana di Atrium Ramayana Mall Dinoyo, Kota Malang, mendadak riuh dan penuh warna pada Selasa (17/2/2026). Ratusan pasang mata tertuju pada panggung utama Festival Anak Gemilang, sebuah ajang kreativitas yang diselenggarakan khusus untuk menyambut bulan penuh berkah melalui ekspresi seni dan bakat anak-anak.
Kegiatan bertajuk “Festival Jelang Ramadan” ini sukses menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Malang. Tidak hanya menjadi sarana hiburan, acara ini bertransformasi menjadi ruang belajar terbuka bagi generasi muda untuk mengasah mental dan mengeksplorasi potensi diri mereka di luar lingkungan sekolah formal.
Ragam Potensi di Panggung Kreativitas
Sejak siang hari, kemeriahan sudah terasa saat para peserta yang berasal dari berbagai sekolah dan komunitas di Malang Raya mulai memadati area lomba. Panggung festival diisi dengan berbagai penampilan memukau, di antaranya:
# Pertunjukan Seni Islami: Menampilkan nasyid dan gerak seni yang kental dengan nilai-nilai religius.
# Fashion Show Anak: Menampilkan bakat catwalk cilik dengan busana muslim yang kreatif dan trendi.
# Lomba Bakat & Literasi: Mulai dari pembacaan puisi, mendongeng, hingga orasi singkat yang menunjukkan keberanian anak dalam berbicara di depan publik.
Dukungan penuh terlihat dari para orang tua yang hadir. Mereka bukan sekadar mengantar, tetapi menjadi suporter utama yang memberikan semangat dari bangku penonton, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang hangat.
Lebih dari Sekadar Kompetisi
Ketua panitia penyelenggara menjelaskan bahwa esensi utama dari Festival Anak Gemilang bukanlah soal siapa yang menjadi juara, melainkan proses pembelajaran yang dialami setiap peserta.
“Anak-anak membutuhkan panggung nyata untuk belajar mengekspresikan diri. Melalui festival ini, kami ingin menanamkan nilai disiplin dan rasa percaya diri sejak dini. Kami berharap ini menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan (joyful learning) sehingga mereka merasa bahagia menyambut Ramadan,” tuturnya di sela-sela acara.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Malang yang turut hadir memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, sinergi antara pusat perbelanjaan, komunitas, dan pendidikan sangat penting untuk membentuk karakter anak yang inklusif.
“Pendidikan karakter tidak harus selalu kaku di dalam kelas. Interaksi sosial yang terjadi di acara seperti ini sangat efektif untuk membangun kecerdasan emosional anak. Mereka belajar bersosialisasi dengan teman sebaya dan memperkuat nilai-nilai positif dalam lingkungan yang lebih luas,” jelas perwakilan dinas tersebut.
Menghidupkan Suasana Publik Kota Malang
Kehadiran festival ini juga memberikan dampak positif bagi pengunjung Ramayana Mall Dinoyo secara umum. Banyak pengunjung yang awalnya hanya berniat berbelanja, akhirnya berhenti sejenak untuk mengapresiasi keberanian anak-anak di atas panggung. Hal ini menjadikan kegiatan terasa lebih hidup, inklusif, dan menyatu dengan masyarakat.
Pihak panitia berharap Festival Anak Gemilang dapat menjadi agenda rutin tahunan di Kota Malang. Dengan adanya wadah yang konsisten, diharapkan anak-anak memiliki saluran positif untuk mengisi waktu luang mereka dengan aktivitas yang bermanfaat sekaligus memperkuat identitas budaya dan religi mereka.(FLP)





