MALANG, GOMALANG.ID – Suasana khidmat menyelimuti pelataran Masjid Shiraathal Jannah pada Minggu pagi, 15 Februari 2026. Gema lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan silih berganti oleh para santri menjadi penanda dimulainya Haflah Akhirussanah TPQ Shiraathal Jannah. Gelaran ini bukan sekadar seremoni penutupan tahun ajaran, melainkan momen bersejarah bagi para santri yang resmi diwisuda setelah berhasil menuntaskan hafalan Al-Qur’an Juz 30.
Momentum Kebanggaan Generasi Qur’ani
Sejak pukul 07.00 WIB, antusiasme terpancar jelas dari wajah para wali murid yang telah memadati deretan kursi undangan. Ada rasa haru dan bangga yang tak terbendung saat melihat buah hati mereka bersiap tampil di atas panggung.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menggugah jiwa, disusul dengan sambutan hangat dari moderator yang menyapa jajaran asatidz, juri ahli, tokoh masyarakat, serta orang tua murid.

“Haflah Akhirussanah ini digelar bukan hanya untuk merayakan tuntasnya tahun ajaran, namun menjadi ajang pembuktian nyata atas dedikasi generasi muda dalam menjaga kemurnian ayat-ayat suci Al-Qur’an melalui hafalan mereka,” ujar sang moderator dalam sambutannya.
Uji Kompetensi: Lebih dari Sekadar Hafalan
Memasuki acara inti, ketegangan sekaligus kekaguman menyatu saat prosesi penjurian dimulai. Para wisudawan ditantang untuk menunjukkan kemampuannya melalui serangkaian tes lisan yang ketat. Kriteria penilaian tidak hanya terpaku pada kelancaran hafalan, tetapi juga mencakup:
*Sambung Ayat:* Menguji ketangkasan ingatan saat melanjutkan potongan ayat yang dibacakan juri.
*Analisa Tajwid:* Mengukur pemahaman mendalam mengenai hukum-hukum bacaan sesuai kaidah tartil.
*Tebak Nama Surah:* Menguji penguasaan letak dan konteks ayat dalam Al-Qur’an.
Luar biasanya, para santri menjawab setiap tantangan dengan penuh percaya diri.
Keberhasilan mereka menjadi testimoni hidup atas efektivitas metode pengajaran yang diterapkan oleh para ustadz dan ustadzah di TPQ Shiraathal Jannah.
*Apresiasi sebagai Motivasi Berkelanjutan*
Puncak acara ditandai dengan sesi penghargaan bagi santriwan dan santriwati terbaik. Pemberian apresiasi ini dirancang sebagai pemantik semangat agar para murid tidak berhenti di Juz 30, melainkan terus termotivasi untuk menambah hafalan ke juz-juz berikutnya.
Di tengah gempuran arus modernisasi, memiliki anak yang mampu menghafal Al-Qur’an dianggap sebagai anugerah besar. Salah satu wali murid mengungkapkan rasa syukurnya, “Sekarang sudah mulai jarang mas yang bisa (menghafal Al-Qur’an), makanya acara seperti ini itu bagus sekali buat anak-anak zaman sekarang sebagai bekal mereka.”
*Menyongsong Ramadhan dengan Semangat Positif*
Penyelenggaraan acara yang hanya berselang beberapa hari sebelum bulan suci Ramadhan ini memiliki makna simbolis yang mendalam. TPQ Shiraathal Jannah seolah memberikan “alarm” spiritual kepada masyarakat sekitar untuk menyambut bulan mulia dengan meningkatkan interaksi bersama Al-Qur’an.
Langkah yang diambil TPQ Shiraathal Jannah diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan keagamaan lainnya untuk terus memberikan fasilitas mumpuni dan apresiasi nyata bagi para penghafal Al-Qur’an sejak usia dini. (Dms)





