Transaksi QRIS di Malang Raya Melesat 94 Persen

Malang, Gomalang.id-Kesadaran dan preferensi masyarakat di wilayah Malang Raya serta sekitarnya dalam memanfaatkan pembayaran nontunai terus menunjukkan tren yang sangat positif. Pembayaran berbasis sistem Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kini bukan lagi sekadar tren gaya hidup gaya baru, melainkan telah bertransformasi menjadi kebutuhan pokok dalam menunjang transaksi keuangan sehari-hari, mulai dari usaha mikro hingga bisnis komersial skala besar.

Kinerja Transaksi QRIS Semester I 2026

Berdasarkan data resmi dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malang, selama kurun waktu semester pertama tahun 2026, akumulasi aktivitas pembayaran digital via QRIS di tujuh kabupaten/kota wilayah kerja BI Malang mencatatkan angka yang cukup fantastis:

Daerah Volume Transaksi Nominal Transaksi
Kota Malang 15,01 juta Rp1,06 triliun
Kabupaten Malang 2,56 juta Rp243,83 miliar
Kota Batu 1,25 juta Rp118,66 miliar
Kota Pasuruan 1,22 juta Rp114,79 miliar
Kabupaten Pasuruan 771.718 Rp76,18 miliar
Kota Probolinggo 632.780 Rp66,14 miliar
Kabupaten Probolinggo 457.382 Rp43,97 miliar
Total Keseluruhan 21,9 juta Rp1,73 triliun

Secara keseluruhan, lonjakan volume transaksi digital ini melesat hingga 94,5 persen jika disandingkan dengan capaian pada rentang periode yang sama di tahun sebelumnya.

Pergeseran Pola Adopsi Digital Masyarakat

Pertumbuhan pesat pada angka transaksi ini menandakan adanya evolusi kebiasaan finansial warga. Tri Riasari, Asisten Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran dan Pengawasan SP-PUR KPw BI Malang, menerangkan bahwa dorongan utama lonjakan nominal dan frekuensi transaksi berasal dari loyalitas pengguna aktif yang kian intensif mengandalkan QRIS.

Fase adaptasi kini telah berpindah fokus dari penggaetan pengguna baru (user acquisition) menuju peningkatan frekuensi pemakaian (user engagement). Masyarakat yang sebelumnya telah memiliki akun atau aplikasi pembayaran kini makin terbiasa dan nyaman menyelesaikan berbagai transaksi tanpa mengandalkan uang fisik. Kota Malang sendiri masih mendominasi porsi transaksi terbesar, disusul oleh Kabupaten Malang dan Kota Batu yang ditopang pesatnya sektor pariwisata serta ekonomi kreatif.

Ekspansi QRIS Cross Border ke Mancanegara

Tidak hanya berfokus pada penguatan ekosistem domestik, Bank Indonesia terus mengepakkan sayap dengan memperluas jangkauan layanan QRIS Cross Border ke level internasional. Sistem pembayaran lintas negara ini sudah aktif dan dapat dipakai di sejumlah negara mitra seperti:

  • Malaysia

  • Thailand

  • Singapura

  • Korea Selatan

  • Jepang

  • Tognkok (Cina)

Saat ini, BI juga tengah merampungkan kerja sama integrasi sistem serupa dengan Uni Emirat Arab (UEA) serta India. Inovasi ini dirancang untuk memberikan kemudahan ekstra bagi warga negara Indonesia yang berpergian ke luar negeri, termasuk para jamaah yang melaksanakan ibadah umrah dan haji, agar dapat melakukan transaksi finansial secara praktis, aman, dan efisien tanpa perlu repot menukarkan uang tunai.

Penulis: Dimas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait