Sinergi Polsek Sukun dan Petani Malang Targetkan Panen Jagung 30 Ton

MALANG, gomalang.id– Program ketahanan pangan di wilayah Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, mulai membuahkan hasil yang menjanjikan. Hamparan hijau tanaman jagung di kawasan Jalan Kepuh Gang IX kini resmi memasuki fase pembentukan tongkol, membawa angin segar bagi para petani lokal.

Perkembangan positif di lahan seluas dua hektar ini dipantau langsung oleh Kanit Binmas Polsek Sukun Polresta Malang Kota, Iptu Dian W, bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Bandungrejosari, Aiptu Yulianto. Kehadiran jajaran kepolisian ini merupakan bentuk komitmen dan pendampingan berkelanjutan bagi kelompok tani setempat.

Dukungan Polri untuk Ketahanan Pangan Nasional

Iptu Dian W menegaskan bahwa keterlibatan kepolisian di sektor pertanian adalah langkah konkret dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional yang digerakkan dari tingkat akar rumput.

“Ketahanan pangan tidak hanya fokus pada hasil produksi, tetapi juga tentang bagaimana menjaga keberlanjutan ekonomi warga. Kami hadir untuk memotivasi petani dan memastikan kolaborasi ini berjalan optimal agar lahan yang ada benar-benar produktif,” jelas Iptu Dian.

Menurutnya, sektor pangan yang kuat akan berdampak langsung pada stabilitas sosial. Jika pendapatan petani meningkat, maka ketahanan ekonomi keluarga di tingkat kelurahan pun akan semakin kokoh.

Proyeksi Hasil Panen: Melimpah dan Optimis

Dengan kondisi tanaman yang tumbuh subur dan merata, estimasi hasil panen di lahan ini terbilang sangat potensial:

  • Jagung Tongkol Segar: Diproyeksikan mampu mencapai 20 hingga 30 ton.

  • Jagung Pipil Kering: Diperkirakan menghasilkan sekitar 14 hingga 18 ton (tergantung pada faktor cuaca dan tingkat produktivitas akhir).

Kunci Sukses: Perawatan Rutin dan Komunikasi Intens

Keberhasilan tanaman jagung hingga mencapai fase bertongkol ini tidak didapatkan secara instan. Aiptu Yulianto mengungkapkan bahwa sinergi di lapangan diwujudkan melalui perawatan yang disiplin dan terjadwal.

Beberapa langkah krusial yang rutin dilakukan bersama para petani antara lain:

  1. Pemupukan susulan secara berkala.

  2. Penyiangan gulma (rumput liar).

  3. Pengaturan sistem drainase air yang baik.

  4. Penggemburan tanah di sekitar pohon.

  5. Pemantauan intensif terhadap potensi serangan hama dan penyakit.

“Komunikasi yang intens antara kami sebagai pendamping dan para petani adalah kunci utama. Perawatan yang detail ini sangat penting agar pertumbuhan jagung tetap maksimal sampai hari panen tiba,” pungkas Aiptu Yulianto.

Kolaborasi nyata antara Polsek Sukun dan masyarakat Bandungrejosari ini menjadi bukti bahwa kemandirian pangan di Kota Malang dapat terwujud lewat kerja sama yang solid di tingkat lokal. (Isp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait