Gomalang.id – Malang,- Kegiatan budaya yang dihelat di Jalan Kyai Parseh Jaya No 29,Kelurahan Bumiayu Kecamatan Kedungkandang,di Griya Kriya Topeng Nareswari Ramah Difabel berjalan sukses dan mendapat apresiasi berbagai pihak.
Kegiatan panggung pentas budaya dan seni,yang disertai pameran UMKM,pelatihan dan lomba-lomba itu diikuti oleh 18 SLB (Sekolah Luar Biasa) se-Malang Raya.
Kegiatan berlangsung dua hari,mulai hari ini,Minggu 30 Agustus hingga 31 Agustus 2026.
Selama berlangsungnya acara,pengunjung dapat menyaksikan langsung talenta dari anak-anak istimewa,para disabilitas yang menunjukan kemampuan luar biasa.
Mereka bukan saja punya bakat,namun keterbatasan tak mengurangi mereka dalam bersikap ramah,sopan,atitude yang terbiasa terjaga dalam menyambut tamu undangan yang hadir.

Selain menunjukan ketrampilan dalam berbagai lomba yang diikuti oleh anak-anak istimewa dari berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB).
Mereka juga menunjukan aksi seni panggungnya diatas pentas dengan luar biasa,bahkan setara dengan anak-anak normal pada umumnya.Sehingga pantas mereka mendapat tempat terbilang sebagai anak-anak istimewa.
Sementara itu ,dilokasi. Pameran UMKM yang rata-rata adalah produk hasil karya anak-anak istimewa dari berbagai SLB,menunjukan kelayakan produk yang punya nilai jual dan persaingan daya tawar dengan produksi UMKM umum,itu terlihat dari berbagai produk yang dipamerkan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Lurah Bumiayu, para undangan,tokoh masyarakat,para perwakilan birokrasi,anggota legeslatif dari DPRD Kabupaten Malang,Redam Guruh Krismantara hingga dewan dari provinsi Jatim,yakni Ketua Komisi E,DPRD Jawa Timur,Dr,Sri Untari Bisowarno,M.AP.

Terbukti produk mereka dalam pameran UMKM yang digelar dilokasi diapresiasi oleh Dr,Sri Untari Bisowarno,M.AP Ketua Komisi E ,DPRD Provinsi Jawa Timur. Yang membeli produknya disetiap stan,usai anggota legeslatif tersebut memberi sambutan.
Pelaksana kegiatan yang akrab disapa Bunda Maria,dalam acara tersebut menaruh harapan,kiranya untuk keberadaan disabilitas anak-anak istimewa tetap mendapat dukungan berbagai pihak.
“Kegiatan ini adalah bentuk ekspresi potensi anak-anak istimewa bertalenta yang perlu tetap disupport dan terjaga eksistensinya dalam wadah atau kelembagaan yang proposional dan profesional,” ujar Maria.
Acara tersebut dibawakan oleh Sanggar Budaya Anak Nareswari bersama 18 Sekolah Luar Biasa se – Malang Raya,dan terselanggara karena dukungan berbagai pihak,termasuk dukungan penuh dari Kementrian Kebudayaan. (Rul)








