MALANG, gomalang.id – Aula Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Malang mendadak riuh pada Sabtu sore, 14 Maret 2026. Ratusan kader dari berbagai tingkatan—mulai dari struktur DPC, PAC, hingga pengurus Ranting dan Anak Ranting—berkumpul dalam satu meja yang sama. Momen buka puasa bersama (bukber) di tengah bulan suci Ramadhan 1447 H ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan ajang konsolidasi emosional bagi partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
Acara yang berlangsung khidmat namun sederhana ini dihadiri oleh sejumlah tokoh krusial. Tampak hadir anggota DPP PDI Perjuangan sekaligus anggota DPR RI, Andreas Susetyo, serta pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur yang juga anggota DPRD Provinsi, Dewanti Rumpoko. Kehadiran para elite ini memberikan sinyal kuat bahwa Malang tetap menjadi lumbung suara yang dirawat dengan intensitas tinggi.

Solidaritas di Tengah Ramadhaan: Distribusi 2.500 Paket Lebaran
Dalam sambutannya, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, atau yang akrab disapa Mbak Mia, menekankan pentingnya semangat berbagi di bulan penuh berkah. Tak sekadar berkumpul, DPC juga mendistribusikan ribuan bingkisan lebaran sebagai bentuk apresiasi terhadap militansi kader di tingkat akar rumput.
“Alhamdulillah, berlandaskan semangat kebersamaan, kami membagikan 2.500 paket lebaran. Ini adalah hasil gotong royong dan dukungan dari Bapak Said Abdullah (Ketua DPD Jatim), serta seluruh anggota legislatif dari berbagai tingkatan, mulai dari Bapak Andreas Susetyo, Bapak Ahmad Basarah, Ibu Dewanti Rumpoko, Ibu Sri Untari, hingga seluruh fraksi di DPRD Kota Malang,” ujar Mbak Mia di hadapan para kader.
Langkah ini dipandang sebagai upaya memperkuat struktur partai (Badan, Sayap, dan Satgas Cakra Buana) menjelang hari raya Idul Fitri, sekaligus memastikan mesin partai tetap hangat pasca-kontestasi politik.

merupakan tantangan nyata bagi pemerintah dan rakyat Indonesia. “Kondisi ekonomi nasional akan terdampak, dan warga PDI Perjuangan harus siap serta waspada terhadap perubahan situasi ekonomi ini,” tegasnya. Pesan ini menegaskan bahwa kader PDI Perjuangan dituntut tidak hanya jago dalam mobilisasi massa, tapi juga peka terhadap isu makro yang menyentuh urusan dapur rakyat.
Filosofi Perjuangan dan Tetes Air Mata di Balik Kacamata
Nuansa religius dipertebal dengan tausyiah singkat mengenai makna sejati dari kata “Perjuangan”. Sang ustadz mengingatkan bahwa jalan menuju kebaikan tidak pernah sunyi dari tantangan. Fitnah, cacian, dan makian adalah bumbu yang selalu ada, merujuk pada napas perjuangan Rasulullah SAW.
Di penghujung acara, sebuah kejutan terjadi. Tanpa ada dalam protokol, jajaran struktural DPC dan kader membawa tumpeng serta kue ulang tahun untuk Mbak Mia. Momen ini mengubah atmosfer aula menjadi sangat emosional.
Politisi perempuan yang biasanya tampil tegar ini tampak tak kuasa menahan haru. Di balik kacamata yang ia kenakan, bola mata Mbak Mia mengisyaratkan kebahagiaan yang mendalam atas solidaritas yang ditunjukkan para kadernya. Sebuah wujud cinta organik yang lahir dari relasi ketua dan kader yang melampaui sekat formalitas organisasi.

Penutupan Simbolis: Estafet Bingkisan untuk 5 Kecamatan
Acara ditutup dengan penyerahan bingkisan lebaran secara simbolik kepada lima Ketua PAC di Kota Malang:
-
# Andreas Susetyo menyerahkan kepada Ketua PAC Sukun.
-
# Dewanti Rumpoko menyerahkan kepada Ketua PAC Kedungkandang.
-
# Amithya Ratnanggani (Mbak Mia) menyerahkan kepada Ketua PAC Klojen.
-
# Ahmad Wanedi (Sekretaris DPC) menyerahkan kepada Ketua PAC Blimbing.
-
# Ahmad Zakaria (Bendahara DPC) menyerahkan kepada Ketua PAC Lowokwaru.
Kegiatan ini membuktikan bahwa bagi PDI Perjuangan Kota Malang, Ramadhan bukan hanya waktu untuk menahan lapar, melainkan momentum untuk mempererat ikatan ideologis dan emosional demi perjuangan yang selaras dengan garis kebenaran. (Rul)





