gomalang.id – Malang,- Pemerintah pusat berikan bantuan untuk sarana transportasi kepada Pemerintah Kota Malang.
Bantuan sarana transporasi tersebut berupa Becak Listrik yang lebih tepat disebut Betrik,istilah Betrik tersebut dicetuskan oleh Forum Ma-Ju (Malang Jurnalis),alasannya agar mudah diingat wisatawan dan lebih populis.
Sebanyak 200 Betrik (Becak Listrik) itu nantinya akan dibagikan kepada warga Kota Malang yang wajib memiliki KTP Kota Malang dan punya latar belakang pengemudi becak sebelumnya.
Kepala Dinas Pemuda,Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang,Baihqi,S.Pd,S.E,M.Si,CGCAE kepada media menyampaikan,bahwa bantuan sarana transportasi wisata berupa Betrik (Becak Listrik) itu merupakan dukungan dari Pemerintah Pusat,guna mendukung layanan wisata ramah lingkungan.

“Becak Listrik (Betrik) tersebut nantinya akan dioperasikan oleh pengayuh becak tradisional/konvesional yang dialihfungsikan menjadi pengemudi sarana transportasi wisata,” ungkap Kadisporapar ,Kamis (15/06/2026)
Menurut Baihaqi,program baru Pemkot Malang tersebut bukan saja soal kualitas sarana layanan wisata.Namun juga membuka ruang dalam peningkatan kesejahteraan bagi para pelaku tranportasi tradisional. Disampaikan juga,bahwa Wali Kota Malang dijadwalkan akan mendistribusikan Betrik (Becak Listrik) tersebut.Tetapi untuk tehnis pelaksanaannya,terkait peresmian dan pendistribusiannya,masih menunggu koordinasi dengan Pemerintah Pusat.

” Wali Kota Malang nantinya yang akan menyerahkan bantuan tersebut kepada penerima manfaat,” jelas Baihaqi. Kadisporapar juga meberitahukan,jika saat ini 200 Betrik tersebut masih disimpan di dua lokasi,100 Betrik di Islamic Center,100 lagi di Stadion Gajayana. Dan pihaknya juga masih melakukan koordinasi dengan pihak OPD lainnya,yakni Dinsos- P3AP2KB Kota Malang,terkait proses pendataan calon penerima manfaat.
“Proses pendataan itu dilakukan untuk memastikan bantuan tersebut tepat sasaran dan mengantisipasi, menghindari potensi resistensi di lapangan,” terang Baihaqi. Menurutnya,sejumlah persyaratan telah ditetapkan bagi calon penerima,diantaranya ber – KTP Kota Malang dan sebelumnya memang berpengalaman sebagai pengayuh becak tradisional. Dan keberadaan Betrik tersebut,diharapkan mampu meningkatkan kualitas jangkauan layanan wisata,dan untuk mendukung profesionalitas,Pemkot Malang bersinergi dengan dengan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI).
“Kami akan menggelar sejumlah FGD -Forum Gruop Discussion.Karena pengemudi Betrik wisata nantinya dibekali kemampuan dasar pelayanan dan informasi melalui forum-forum tersebut,” tambahnya. Adapun penempatan Betrik itu,nantinya akan ditempatkan pada titik lini yang strategis,seperti di Kayutangan Heritage,area hotel serta lokasi-lokasi yang berpotensi bisa dikemas dalam paket wisata kota.
“Semoga akhir Bulan Januari,bantuan bagi penerima manfaat berupa Batrik Wisata ini sudah bisa tersalurkan,dan segera beroperasional yang bermanfaat mendukung pelayanan kepariwisataan Kita Malang,” pungkas Baihaqi, Kadisporapar Kota Malang.
(Her)





