MALANG, gomalang.id– Langkah konkret diambil Pemerintah Kota Malang untuk mengurai titik kemacetan menahun di kawasan Pasar Induk Gadang. Proyek perbaikan dan pembangunan jalan kembar (jalur Gadang–Bumiayu) resmi dimulai hari ini, Senin (15/06/2026).
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, turun langsung ke lokasi didampingi sejumlah jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk meninjau dimulainya proyek strategis ini.
Target 150 Hari Kerja dan Detail Proyek
Wahyu Hidayat menjelaskan bahwa Surat Perintah Kerja (SPK) untuk proyek ini sudah resmi ditandatangani. Berdasarkan kontrak, proyek ini ditargetkan rampung pada akhir November 2026. Namun, pihak Pemkot Malang meminta pelaksana proyek untuk mempercepat pengerjaan agar selesai dalam waktu 150 hari kerja.

”Fokus utama pekerjaan ini adalah memperbaiki akses jalan mulai dari perempatan Gadang hingga kawasan Bumiayu demi mengurai kepadatan lalu lintas,” ujar Wahyu di hadapan awak media.
Secara teknis, tahapan pembangunan akan dibagi menjadi beberapa fase:
Tahap Awal: Pembenahan dan pembangunan saluran drainase baru dengan dimensi lebar 1 meter dan kedalaman 1 meter.
Tahap Kedua: Proses pengaspalan jalan secara menyeluruh setelah sistem drainase rampung.
Tahap Akhir: Masa perawatan (maintenance) pada bulan Desember 2026, sehingga jalan bisa digunakan secara penuh dengan status laik jalan.
Rekayasa Lalu Lintas dan Penataan Pasar Gadang
Selama proses pengerjaan berlangsung, masyarakat pengguna jalan diimbau untuk mengantisipasi adanya gangguan arus lalu lintas. Pemkot Malang bersama Dinas Perhubungan (Dishub) akan menerapkan sistem buka-tutup jalan dan menyiapkan skema rekayasa sirkulasi lalu lintas di sekitar area proyek.

Selain fokus pada infrastruktur aspal, proyek senilai Rp11,8 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) ini juga mencakup penataan estetika kawasan pasar:
Pembangunan Median Jalan: Di tengah jalur kembar akan dibangun median yang dilengkapi taman dan tanaman penghijauan agar suasana koridor jalan lebih teduh.
Pemasangan Pagar BRC: Pemkot akan memasang pagar British Reinforced Concrete (BRC) dengan pondasi precast di sepanjang area pasar. Langkah ini diambil untuk menertibkan praktik transaksi jual-beli langsung dari atas kendaraan di tepi jalan yang kerap memicu kemacetan parah.
Simbolis Dimulainya Proyek: Dari Alat Berat hingga Jenang Abang
Aksi menarik sempat diperlihatkan oleh orang nomor satu di Pemkot Malang tersebut. Sebagai simbol dimulainya proyek, Wahyu Hidayat sempat menaiki dan mencoba mengoperasikan alat berat backhoe (bego) di lokasi.
Setelah itu, didampingi Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Julhardjanto, Wahyu meninjau papan desain maket proyek untuk memastikan kesesuaian rencana pembangunan.
Seluruh rangkaian acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Gus Hisa, Pengasuh PPIQ Darul Hidayah. Prosesi pemotongan tumpeng dan sajian jenang abang (bubur merah) menjadi pelengkap syukuran ini, yang dalam filosofi adat Jawa melambangkan doa keselamatan dan kelancaran agar proyek bernilai miliaran rupiah ini berjalan tanpa hambatan. (Rul)





