Malang, Gomalang.id – Stadion Gajayana Malang kembali bergemuruh pada Jumat (22/8) saat helatan Festival Mbois 11: Malang Menyala menggelar panggung hari keduanya. Sejak pintu gerbang dibuka, antusiasme ribuan pengunjung langsung memadati area stadion. Suasana makin riuh dengan dentuman musik dari deretan band papan atas yang tampil bergantian membakar semangat penonton.
Kemeriahan tak berhenti di panggung utama. Di bagian lapangan hijau, berdiri puluhan tenda Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal yang memamerkan beragam inovasi produk unggulan. Mulai dari aneka kuliner kekinian—seperti dimsum dan tahu gejrot Cirebon—minuman segar, makanan berat, hingga stan fashion dan aksesori unik yang siap memanjakan para pengunjung.

Variasi produk yang beragam sengaja dihadirkan para pelaku usaha untuk menjangkau semua segmen penikmat festival. “Untuk menu kali ini memang sengaja kami variasikan agar bisa masuk ke berbagai ragam selera pengunjung,” ujar salah satu pemilik gerai kuliner kekinian di lokasi.
Bagi para penggiat UMKM, momen festival besar seperti Malang Menyala menjadi angin segar untuk mendongkrak penjualan sekaligus memperluas jangkauan pasar. Dukungan strategi promosi digital dan pengaruh para influencer diakui menjadi kunci penting dalam memikat pengunjung untuk datang dan bertransaksi.
“Harapan kami sebagai penjual tentu ingin pengunjung makin ramai. Paling tidak mereka mau mampir dan mencicipi dulu. Soal hasil, yang penting kami tetap konsisten berusaha dan berikhtiar,” tutur pemilik stan kopi susu sembari melayani deretan pembeli.
Festival Mbois 11 ini terbukti tak sekadar menjadi ruang hiburan musik bagi warga Malang, tetapi juga menjadi penggerak roda ekonomi kreatif dan UMKM lokal agar terus tumbuh secara berkelanjutan.
Penulis: Dhimas







