Malang, Gomalang.id-Kedatangan puluhan ribu mahasiswa baru (maba) di Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim membuat arus lalu lintas di kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) hingga Jalan Veteran mengalami lonjakan signifikan. Kemacetan di dua urat nadi utama Kota Malang ini seolah menjadi pemandangan rutin tahunan setiap kali agenda penyambutan maba dimulai.
Penumpukan kendaraan terjadi akibat besarnya volume mobil pengantar luar kota yang melakukan proses drop-off di sekitar pintu masuk kampus. Situasi ini kian padat karena Jalan Veteran dan Suhat merupakan jalur krusial yang menghubungkan berbagai perguruan tinggi besar—termasuk Universitas Negeri Malang (UM)—sekaligus pusat kegiatan ekonomi warga lokal.

Guna mencegah kelumpuhan arus lalu lintas, pihak kampus bersama kepolisian dan Dinas Perhubungan merancang sejumlah langkah penanganan:
Pembagian Gelombang Kedatangan: UB dan UIN Maliki memberlakukan jadwal masuk serta kepulangan secara bertahap berdasarkan jam dan fakultas. Pola ini diterapkan untuk memecah konsentrasi massa pada jam-jam sibuk.
Optimalisasi Lahan Parkir Internal: Seluruh area parkir di dalam lingkungan kampus dibuka maksimal agar antrean kendaraan pengantar tidak mengular sampai ke badan jalan umum.
Pengaturan Lalu Lintas Terpadu: Petugas keamanan kampus disiagakan di titik-titik rawan kemacetan, berkolaborasi dengan Satlantas dan Dishub untuk mengarahkan alur U-turn serta mengatur durasi lampu lalu lintas.
Masyarakat Kota Malang yang hendak melintas di sekitar perempatan kawasan kampus diimbau untuk mencari jalur alternatif. Rute melalui Dinoyo, Sumbersari, atau Tunggulwulung dapat menjadi pilihan guna menghindari potensi tertahan kemacetan selama rangkaian kegiatan mahasiswa baru berlangsung. (Qin)








