SMAN 6 Malang Boyong 300 Siswa ke Mako Brimob demi Penguatan Karakter

Malang, Gomalang.id – Sebanyak lebih dari 300 siswa kelas XI SMA Negeri 6 Kota Malang mengikuti pembinaan Wawasan Kebangsaan (Wasbang). Kegiatan yang terintegrasi dengan rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) ini digelar melalui kolaborasi apik bersama Korps Brimob Polri.

Sebagai bagian dari program ini, para siswa melakukan kunjungan edukatif langsung ke Mako Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Jatim yang berlokasi di Ampeldento, Pakis, Kabupaten Malang, pada Selasa (14/07/2026).

Pengenalan Tugas Kepolisian dan Cinta Tanah Air

Kepala Sekolah SMAN 6 Kota Malang, Ernawati, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk menanamkan jiwa nasionalisme sekaligus memberikan wawasan praktis kepada siswa.

“Kerja sama ini tidak hanya sebatas pemberian materi wawasan kebangsaan dan cinta tanah air. Kami juga mengajak siswa berkunjung langsung ke Mako Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Jatim di Malang agar mereka dapat mengenal lebih dekat tugas-tugas kepolisian,” ujar Ernawati.

Di lokasi kegiatan, personel Brimob membekali para peserta dengan pemahaman mendalam mengenai:

  • Pentingnya bela negara

  • Implementasi nilai-nilai Pancasila

  • Rasa cinta terhadap tanah air

Fokus pada Pembentukan Karakter Siswa

Selain materi wawasan kebangsaan, fokus utama dari kegiatan ini adalah pembentukan karakter. Para siswa dilatih secara disiplin agar mampu menanamkan sikap tanggung jawab serta moral yang kuat dalam kehidupan sehari-hari.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari pihak orang tua. Ketua Komite Paguyuban Kelas X9, Nurul Inaker, yang hadir mendampingi jalannya kegiatan, menekankan bahwa edukasi mengenai nasionalisme tidak boleh berhenti di sekolah atau institusi TNI/Polri saja, melainkan harus diperkuat di lingkungan keluarga.

“Mengingat materi wawasan kebangsaan dan cinta tanah air ini diberikan kepada siswa yang sudah beranjak remaja, tentu dibutuhkan durasi waktu yang cukup,” kata Nurul kepada media, Rabu (15/07/2026).

Perempuan yang aktif di bidang pendidikan, kebudayaan, dan pemberdayaan ini juga menyarankan agar durasi kegiatan serupa bisa diperpanjang di masa mendatang.

“Agar pemahaman materi dari komandan tadi bisa tertanam lebih kuat, siswa perlu merasakan langsung kedisiplinan di lingkungan Kepolisian. Harapannya, lain kali durasi kegiatan bisa ditambah minimal menjadi 2 hari dengan agenda bermalam di lokasi,” pungkasnya. (Rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait