MALANG, gomalang.id – Tiga puluh dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah komunitas seni untuk tetap eksis dan relevan. Menginjak usia yang kian matang, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sanggar Minat (SAMIN) Universitas Negeri Malang (UM) membuktikan konsistensinya melalui perhelatan bertajuk “Sambung Srawung”. Digelar pada Sabtu, 2 Mei 2026, acara ini mengubah suasana Gedung Ormawa Baru di Jl. Ambarawa Dalam menjadi ruang temu lintas generasi yang hangat dan penuh energi artistik.
Refleksi Tiga Dekade: Lebih dari Sekadar Berkesenian
Bagi SAMIN, angka 32 adalah simbol ketahanan. Ketua Umum SAMIN, Weka, dalam pidato pembukaannya menekankan bahwa momentum milad tahun ini bukan sekadar seremoni ulang tahun biasa, melainkan titik balik untuk melihat kembali akar perjuangan sanggar.
“SAMIN telah menapaki jalan panjang selama tiga dekade. Fokus kami tetap sama dan tak tergoyahkan: menjadi wadah penggalian potensi bagi mahasiswa yang memiliki kepedulian terhadap seni. Kami tidak hanya ingin mencetak seniman, tetapi juga membentuk karakter budaya yang kuat di lingkungan akademis Universitas Negeri Malang,” tutur Weka penuh semangat.
“Srawung”: Jembatan Rasa Antar-Generasi
Salah satu esensi utama dari tajuk “Sambung Srawung” adalah merawat jejaring persaudaraan. Kehadiran para Anggota Luar Biasa (ALB) dari berbagai angkatan menjadi bukti bahwa ikatan di SAMIN tidak putus setelah masa studi berakhir.

Mas Tomy, perwakilan ALB dari Diklat 11, memberikan apresiasi mendalam terhadap daya tahan adik-adik tingkatnya. Ia menggarisbawahi bahwa filosofi srawung (berinteraksi/bergaul) adalah nyawa dari organisasi ini. Tanpa komunikasi dan silaturahmi yang terjaga antar-angkatan, sebuah organisasi seni akan kehilangan ruhnya.
Rangkaian Kegiatan: Dari Ekonomi Kreatif hingga Diskusi Estetis
“Sambung Srawung” dikemas dengan apik melalui berbagai sub-kegiatan yang menonjolkan sisi kreatif dan apresiatif mahasiswa:
-
Popmart (Pasar Kreatif): Stand ini tidak hanya menjual barang, tetapi menampilkan produk merchandise eksklusif karya anggota SAMIN. Ini adalah langkah konkret dalam mengasah kemandirian ekonomi kreatif mahasiswa di bidang desain dan kriya.
-
Pameran Kecil: Sebuah ruang galeri mini yang memamerkan karya visual terpilih. Pengunjung diajak menyelami interpretasi artistik para anggota aktif melalui berbagai media seni rupa.
-
Prosesi Simbolis: Sebagai bentuk syukur, dilakukan pemotongan tumpeng serta penyematan pin kepada para Anggota Kehormatan. Ritual ini merupakan simbol penghormatan setinggi-tingginya atas dedikasi mereka yang telah membantu membesarkan nama SAMIN.
Puncak Acara dan Visi Masa Depan
Menjelang malam, suasana semakin memanas dengan deretan penampilan seni yang memukau dari para anggota. Sorotan utama jatuh pada Samin Showdown, sebuah ajang unjuk kebolehan yang menampilkan eksplorasi seni kontemporer.
Acara kemudian ditutup dengan sesi Bincang-Bincang Seni. Diskusi ini tidak hanya bersifat nostalgia, tetapi juga kritis dalam membedah tantangan seni di era digital serta bagaimana SAMIN dapat terus menjadi garda terdepan penjaga kebudayaan di Universitas Negeri Malang.
Melalui “Sambung Srawung”, UKM SAMIN kembali menegaskan posisinya sebagai wadah inklusif—sebuah laboratorium kreatif bagi mahasiswa untuk berani bereksperimen, berekspresi, dan menjaga nyala api kesenian agar tetap berkobar di bumi UM. (Afx)
Tentang UKM Sanggar Minat (SAMIN)
UKM SAMIN adalah organisasi mahasiswa di Universitas Negeri Malang yang berfokus pada pengembangan bakat, minat, dan apresiasi seni. Selama 32 tahun berdiri, SAMIN telah menjadi kawah candradimuka bagi mahasiswa kreatif untuk membentuk karakter yang berbudaya serta berkontribusi aktif dalam dinamika kesenian baik di lingkup internal kampus maupun skala nasional.





