MALANG, gomalang.id – Semangat membara menyelimuti jantung Kota Malang saat perhelatan bergengsi Malang Youth Festival #2 resmi digelar. Acara yang menjadi panggung kreativitas bagi para milenial ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah deklarasi nyata bahwa anak muda siap menjadi pilar utama dalam membangun Kota Tangguh.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, S.Pd, S.E, M.Si, CGCAE, dalam laporan penyelenggaraannya di hadapan Wali Kota Malang dan jajaran Forkopimda, menegaskan pentingnya peran strategis generasi muda di era transformasi digital.

Visi Strategis: Anak Muda Sebagai Arsitek Pembangunan
Dalam sambutannya, Baihaqi memaparkan bahwa Malang Youth Festival adalah wadah dinamis untuk menyalurkan potensi jati diri generasi muda. Di tengah gempuran era digital, pemuda Malang dituntut untuk tidak hanya sekadar eksis, tetapi juga memiliki daya tahan dan inovasi yang tinggi.
“Penyelenggaraan event ini adalah dinamika menuju perubahan milenial yang sarat akan pengembangan potensi. Kita ingin mencetak generasi yang tangguh, tahan uji, serta kreatif-inovatif yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Malang,” tegas Baihaqi.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa para pemenang dari ajang ini tidak akan berhenti di sini. Pemerintah Kota Malang berkomitmen menjadi fasilitator yang akan mengawal para juara untuk melaju ke tingkat regional (provinsi) hingga nasional.
Alun-Alun Merdeka: Wajah Baru Destinasi Wisata Kreatif
Ada yang istimewa dari pelaksanaan tahun ini. Untuk pertama kalinya, event berbasis potensi milenial ini digelar di ruang terbuka, yakni Alun-Alun Merdeka yang baru saja rampung direnovasi.
Suasana malam yang cerah, dipadukan dengan sorotan lampu panggung yang artistik, menciptakan atmosfer yang indah dan nyaman. Transformasi Alun-Alun yang kini lebih rindang menjadikannya bukan sekadar taman kota, melainkan bagian dari destinasi wisata unggulan yang mampu menyatukan masyarakat dan komunitas kreatif.

Pesan Inspiratif dari Putri Indonesia 2025
Kehadiran Putri Indonesia 2025, Firsta Yuli Amarta, menjadi magnet tersendiri dalam acara tersebut. Gadis asli Banyuwangi yang akrab disapa “Bakpia” ini memberikan motivasi kuat kepada seluruh milenial yang hadir.
Menurutnya, kesuksesan di bidang apa pun—baik itu model, pengusaha, maupun aktivis sosial—memerlukan proses yang berliku dan komitmen yang kuat.
-
Pentingnya Proses: Tidak ada jalan pintas menuju kesuksesan.
-
Kedisiplinan: Kunci utama untuk bertahan di industri apa pun.
-
Mental Tangguh: Menjadi fondasi agar tidak mudah menyerah saat menghadapi kesulitan.
“Jangan pernah takut dengan kata susah. Jika kita sudah berkomitmen pada jalur potensi yang ditekuni, kuncinya adalah konsekuen dan disiplin,” tutur Firsta dengan lugas.
Aksi Nyata: Entreprener dan City Changers Berkelas Dunia
Puncak acara semakin menarik saat para finalis unjuk gigi. Sebanyak 7 finalis entrepreneur dan 6 finalis city changers mempresentasikan ide-ide brilian mereka untuk kemajuan kota.
Yang memukau audiens adalah kemampuan komunikasi mereka yang bersifat global. Presentasi disampaikan secara lugas menggunakan berbagai bahasa, mulai dari Bahasa Indonesia, Inggris, hingga Bahasa Arab, membuktikan bahwa anak muda Malang siap bersaing di kancah internasional.
Ringkasan Intisari Laporan Malang Youth Festival #2
| Aspek | Detail Laporan |
|---|---|
| Tema Utama | Membangun Anak Muda untuk Kota Malang yang Tangguh |
| Penyelenggara | Disporapar Kota Malang (Baihaqi, S.Pd, S.E, M.Si, CGCAE) |
| Lokasi | Alun-Alun Merdeka (Pasca Renovasi) |
| Tamu Spesial | Firsta Yuli Amarta (Putri Indonesia 2025) |
| Kategori Lomba | Entrepreneur, City Changers, dan Fashion Show |
| Keunggulan | Presentasi Multibahasa (Indonesia, Inggris, Arab) |
Dengan suksesnya Malang Youth Festival #2, Pemerintah Kota Malang berharap semangat kolaborasi antara pemerintah dan anak muda terus terjaga demi mewujudkan visi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (Her,)





