by Fadhilah Aisyah Hapsari
Meningkatkan kualitas UMKM menjadi salah satu langkah strategis dalam pembangunan ekonomi masyarakat, sekaligus berkontribusi pada beberapa poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), dengan fokus utama pada poin 4 terkait peningkatan kualitas pendidikan dan poin 8 mengenai pertumbuhan ekonomi lokal. Pendampingan teknologi bagi pelaku UMKM menjadi kontribusi nyata yang bisa kami lekukan sebagai generasi Z untuk membantu menyalurkan ilmu dan pengalaman kepada audiens untuk menjembatani kesenjangan digital antargenerasi. Dengan dukungan pemateri profesional dan materi yang relevan, kegiatan ini diharapkan dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Tim mahasiswa baru Program Studi Ilmu Komunikasi, yang beranggotakan mengangkat tema “Optimalisasi Strategi Branding dan Foto Produk bagi Pelaku UMKM”. Tim bernama Frame Kreasi ini beranggotakan Fadhilah Aisyah Hapsari sebagai ketua, Ferdelina Putri, Nimas Ayu, Atqya Faza, Glenn Pasca, dan Agatha Christy.

Kegiatan berlangsung di Aula Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang secara gratis dengan diikuti kurang lebih 37 orang terdiri dari bapak-bapak dan ibu-ibu dengan rentang usia di bawah 50 tahun. Batasan usia ini bukan tanpa alasan, kami juga memberi keterbukaan bagi mereka yang sudah memasuki jangka lansia yang masih memiliki semangat menuntut ilmu terlebih dengan materi yang tergolong kompleks.
Acara dibuka dengan sambutan Kepala Kelurahan Bunulrejo, Bapak Winarko, S.T., Beliau menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa UM dalam mendorong peningkatan kapasitas masyarakat. Sambutan dilanjutkan oleh ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Bunulrejo (TPPKK), yang turut menegaskan bahwa kemampuan branding dan pemasaran digital kini menjadi kebutuhan penting bagi UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Workshop bertajuk “Branding, Packaging, Foto Produk UMKM” menjadi judul pelatihan pada Rabu, 26 November 2025. Untuk meningkatkan semangat peserta, kami sebagai tim mahasiswa menghadirkan jargon “Narsis di Layar, Laris di Pasar” dan menjadi hal tak terduga bagi kami, ternyata jargon yang diangkat berhasil menarik perhatian warga Bunulrejo, bahkan jargon tersebut kini diambil alih menjadi jargon tetap UMKM Kelurahan Bunulrejo.
Pelatihan ini menghadirkan pemateri profesional dengan pengalaman yang mumpuni sebagai pelaku UMKM, Ibu Muda Estiningtyas. Beliau juga kerap mendapatkan beberapa penghargaan dari inovasi produknya. Materi disampaikan melalui Power Point interaktif yang isi materinya disesuaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh peserta generasi X dan Y. Menariknya, yang cukup mengejutkan bagi kami, terdapat salah satu audiens yang merupakan generasi Z. Ia juga merupakan pegiat UMKM yang cukup terkenal di Kota Malang dengan produk Donat yang ia jual setiap Minggu, berlokasi di Car Free Day, Ijen, Kota Malang.
Materi diawali dengan penjelasan brand, branding, packaging, hingga materi penggunaan AI untuk foto produk. Di sela-sela materi, kami juga memberikan sesi ice breaking berupa tebak-tebakan logo brand Indonesia serta diakhiri dengan mini games yang berhadiahkan bahan dapur, membuat suasana aula menjadi cair, interaktif dan ramai akan canda tawa seluruh peserta dan panitia. Antusiasme semakin tinggi ketika peserta diperkenalkan pada teknik fotografi produk, dengan demonstrasi penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) Gemini untuk mengolah foto produk menjadi istimewa, imajinatif, namun terlihat realistis.
Kami sadar bahwa pelatihan ini akan menjadi “angin lalu” tanpa adanya praktik langsung. Oleh karena itu, mahasiswa membimbing peserta membuat atau memperbaiki akun Instagram usaha mulai dari pengaturan nama pengguna, penulisan bio, hingga contoh unggahan produk. Ternyata, banyak peserta yang masih menggunakan akun pribadi untuk usaha mereka, sehingga sesi ini menjadi momen penting untuk transisi menuju pemasaran digital yang lebih efektif.
Para peserta mengaku pelatihan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan usaha.
Itta Meilani (43), pelaku UMKM produksi tas dari RW 7, mengaku sangat terbantu dengan pelatihan ini. Ia mengatakan“Saya sangat senang karena mendapat banyak informasi tentang packaging dan cara mendokumentasikan produk. Kami ini sebenarnya cukup awam dan ragu mengikuti tren sekarang. Kegiatan ini mendorong kami untuk benar-benar praktik di rumah. Terima kasih banyak atas kegiatan hari ini.”
Kami bersyukur mendapat feedback positif dari audiens, bahkan kami juga mendapatkan beberapa bingkisan dari mereka sebagai ucapan terima kasih atas sharing ilmu yang diberikan secara gratis, namun memberikan kebermanfaatan, bahasan yang mendaging, dan mengikuti arus zaman.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UM berharap UMKM Bunulrejo semakin siap berkembang dan memiliki kemampuan branding yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan era digital, seperti jargon yang kini telah melekat “Narsis di Layar, Laris di Pasar”






