Malang, Gomalang.id – Tragedi naas terjadi di lintasan kereta api wilayah Kabupaten Malang pada Rabu pagi (26/8/2026). Seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun asal Kota Malang dilaporkan meninggal dunia di tempat setelah tertemper Kereta Api (KA) Malabar 69 relasi Malang–Bandung di perlintasan KM 57+3, Dusun Karangsono, Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji.
Insiden tersebut terjadi saat KA Malabar melaju dari arah utara (Malang) menuju selatan (Kepanjen/Bandung). Korban yang saat itu berada di area sekitar jalur rel tidak sempat menghindar ketika rangkaian kereta melintas dengan kecepatan tinggi. Benturan keras tak terhindarkan hingga menyebabkan korban mengalami luka fatal pada bagian kepala serta ekstremitas.
Kapolsek Pakisaji, AKP Sunarko Rusbyanto, mengonfirmasi kejadian tersebut. Berdasarkan hasil keterangan pihak keluarga dan kepolisian, korban merupakan seorang pelajar yang diketahui memiliki riwayat kondisi psikologis. Sebelum peristiwa naas itu terjadi, korban sempat pergi meninggalkan rumah tanpa berpamitan. Pihak keluarga bahkan sempat melakukan pencarian di beberapa titik sebelum akhirnya mendapat kabar duka dari aparat setempat.
Guna penanganan lebih lanjut, personil Kepolisian Sektor Pakisaji bersama tim relawan PMI Kabupaten Malang segera mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan evakuasi. Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen untuk menjalani proses visum et repertum serta verifikasi identitas resmi sebelum diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (Qin)








