Sri Untari Dukung Gagasan Transformasi Ekraf dan UMKM Menjadi Koperasi

Gomalang.id, Malang,- Sri Untari Bisowarno,mantan Ketua Dekopin dan Pimpinan Umum Koperasi Konsumen Setya Budi Wanita (SBW) menghadiri acara pembukaan perhelatan event Festival Mbois 11 di Stadion Gajayana ,Jumat 21 Agustus 2026.

Kehadiran wanita perjuangan multitalenta yang dikenal dengan Srikandi Koperasi itu menunjukan wujud semangat keberpihakannya dibidang Perkoperasian,UMKM dan Ekraf.

Pasalnya dalam event yang diberi title ‘Malang Menyala’ tersebut,Kedatangan Menteri Koperasi Indonesia,Ferry Yuliantono bersama Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat pembukaan event dilokasi.

Menteri Koperasi dorong komunitas Ekraf dan UMKM di Malang bertransformasi menjadi koperasi.

disampaikan Ferry Juliantono saat menghadiri pembukaan Festival Voice ke-11 di Kota Malang. Ia melihat potensi ekonomi kreatif di Kota Malang cukup besar, terlebih kota ini telah ditetapkan UNESCO sebagai Kota Kreatif Dunia.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat pun menyambut gagasan tersebut. Menurutnya, kehadiran Menteri Koperasi menjadi momentum untuk memperkuat integrasi antara UMKM, ekonomi kreatif, dan koperasi di Kota Malang

Bagi Sri Untari yang sudah mempunyai jam terbang cukup tinggi dibidang perkoperasian, menurutnya langkah tersebut dinilai dapat memperbesar skala usaha sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kota Malang.

“Pertumbuhan dan perkembangan perekonomian saat ini telah bergeser dari sektor industri ke sektor ekonomi kreatif,” ujar Sri Untari pada awak monwnews.com, Sabtu (22/08/2026) siang.

“Ekonomi kreatif menjadi poros ekonomi baru dunia. Menipisnya cadangan energi, buruknya dampak industrialisasi, dan meningkatnya kebutuhan pangan menjadi alasan utama pentingnya pengembangan sektor koperasi ekonomi kreatif,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sang Srikandi Koperasi tersebut memaparkan, koperasi di era ekonomi kreatif bertransformasi menjadi wadah kolaborasi modern bagi pelaku industri seperti animator, desainer, dan konten kreator melalui model Koperasi Multi Pihak (KMP).

Peran Koperasi Ekonomi Kreatif,nantinya dalam Akses Permodalan, bisa membantu pendanaan produksi dan sandbox funding sebelum karya atau kontrak didapat.

Termasuk soal Kekayaan Intelektual, itu mendukung pemanfaatan hak kekayaan intelektual sebagai agunan fidusia.

Hingga ke Inkubasi Bisnis,dapat memberikan pelatihan manajemen, pemasaran, dan perluasan jaringan pasar. Sri Untari juga memberikan paparannya tentang ekonomi kreatif di era global.

“Dalam konteks global, sektor ekonomi kreatif memberikan bukti kontribusi terhadap perekonomian dunia. Ernst and Young pada 2015 memetakan ekonomi kreatif global dan menemukan fakta industri kreatif bernilai US$2,3 triliun atau setara dengan Rp 30.654 triliun,” pungkas Sri Untari yang juga sebagai anggota legeslatif, Ketua Komisi E, DPRD Provinsi Jawa Timur. (Rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait