Ketahanan Pangan Kota Malang Kuat Meski Lahan Menyusut

Malang, Gomalang.idTantangan alih fungsi lahan yang terus mempersempit area pertanian tidak mendegradasi stabilitas ketahanan pangan di Kota Malang. Meski area persawahan yang tersisa kini berada di kisaran 950 hektar, pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan terkait terus meluncurkan pelbagai program strategis guna menjaga produktivitas dan pasokan komoditas pangan lokal tetap aman.

Strategi Optimasi Lahan dan Urban Farming

Langkah responsif diambil dengan memaksimalkan potensi lahan tidur serta pekarangan rumah warga. Metode urban farming atau pertanian perkotaan menjadi pilar utama dalam menjaga ketersediaan bahan pangan secara mandiri di tingkat mikro.

  • Penguatan Komunitas: Saat ini tercatat lebih dari 130 kelompok urban farming aktif mengelola budidaya hortikultura serta perikanan mandiri di pemukiman warga.

  • Sinergi Lintas Sektor: Pemerintah Kota Malang menggandeng jajaran TNI dan Polri untuk memanfaatkan lahan-lahan produktif guna menanam komoditas krusial seperti cabai dan jagung.

  • Diversifikasi Olahan Pangan: Pengembangan produk pangan olahan berbasis bahan lokal dipacu untuk memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus menopang kesejahteraan masyarakat.

Ketahanan Terhadap Fenomena Iklim

Sektor pertanian di Kota Malang memiliki daya tahan yang memadai terhadap ancaman cuaca ekstrem seperti El Nino atau musim kemarau panjang. Mayoritas area persawahan telah terhubung dengan sistem irigasi teknis yang stabil.

Keberadaan lima sungai besar yang melintasi wilayah Kota Malang menjadi sumber pasokan air utama yang mengaliri sawah sepanjang tahun tanpa bergantung penuh pada curah hujan. Kerentanan terhadap perubahan iklim hanya terjadi di area tegalan tadah hujan yang lokasinya terbatas di dataran tinggi, seperti kawasan Mburing, Kedungkandang, Lesanpuro, dan Tlogowaru, di mana jadwal tanamnya masih mengandalkan musim penghujan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKP3) Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi, mengonfirmasi bahwa keterjangkauan dan stabilitas akses pangan di tingkat kelurahan berada dalam kondisi yang sangat aman. Integrasi antara infrastruktur irigasi yang andal, kolaborasi antarlembaga, dan partisipasi aktif masyarakat melalui pertanian perkotaan menjadi pondasi utama yang menjaga stabilitas sektor pangan Kota Malang secara berkelanjutan. (Her)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait