Tradisi Barikan 17 Agustus: Syukuran Kemerdekaan RT 33 Puri Kencana Wagir

Malang, Gomalang.id-Barikan merupakan tradisi turun-temurun yang sarat makna kebersamaan. Setiap menjelang perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat di berbagai penjuru Nusantara memadati area pemukiman warga untuk menggelar doa bersama pada malam 16 Agustus. Tradisi ini tidak sekadar perayaan rutin harian, melainkan momentum penting untuk merawat ingatan kolektif akan perjuangan bangsa sekaligus mempererat tali persaudaraan antar tetangga.

Nilai Utama Tradisi Barikan

  • Rasa Syukur Mendalam: Menjadi sarana penghambaan dan apresiasi atas kemerdekaan Indonesia yang diraih berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa.

  • Penghormatan Pahlawan: Menghadiahkan doa-doa terbaik bagi para pejuang bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kedaulatan tanah air.

  • Penguat Solidaritas: Menumbuhkan kembali jiwa gotong royong, keakraban, dan kerukunan warga di tengah dinamika kehidupan bermasyarakat.

Rangkaian Acara di RT 33 Perumahan Puri Kencana Wagir

Pelaksanaan Barikan di lingkungan RT 33 Puri Kencana Wagir berlangsung dalam suasana hangat dan khidmat tepat di pelataran terbuka depan kediaman Bapak Nurkiman:

  1. Apresiasi Anak-Anak: Acara dibuka dengan penyerahan hadiah perlombaan untuk anak-anak sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif mereka.

  2. Pemotongan Tumpeng: Pemotongan nasi tumpeng oleh panitia yang diserahkan secara simbolis kepada Ketua RT 33 sebagai bentuk penghormatan pimpinan lingkungan.

  3. Doa Bersama: Seluruh warga menundukkan kepala meminta keselamatan bangsa, kesejahteraan warga, dan kelapangan bagi para pahlawan.

  4. Menyanyikan Lagu Perjuangan: Suasana syahdu semakin terasa saat warga bersama-sama mengumandangkan Indonesia Raya dan lagu-lagu nasional.

  5. Pembagian Doorprise: Sesi yang paling menggejolak antusiasme seluruh lapisan warga dari anak-anak hingga orang tua.

  6. Ramah Tamah & Makan Bersama: Santap malam bersama berkonsep prasmanan diselingi senda gurau yang mempererat tali silaturahmi. (Arf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait