Malang, Gomalang.id-Belasan siswa SDN Kauman 1 Kota Malang mengalami keluhan kesehatan serius yang diduga berkaitan dengan konsumsi paket program Makan Bergizi Gratis (MBG). Rangkaian gejala seperti mual, muntah, sakit perut hebat, diare, hingga demam tinggi mulai dirasakan para murid secara mendadak setelah mereka mengonsumsi hidangan yang dibagikan di sekolah.
Berdasarkan keterangan para orang tua, kejanggalan kualitas makanan sebenarnya sudah mulai tercium sejak beberapa hari sebelumnya. Saat disajikan menu olahan telur, sejumlah murid mengeluhkan aroma dan rasa yang dinilai tak lazim. Ketidaknyamanan ini berlanjut pada hari berikutnya ketika menu olahan ikan disajikan; banyak siswa enggan menghabiskan porsinya karena bau amis yang menyengat.

Puncak gangguan kesehatan terjadi pada malam hari seusai menu ikan tersebut dibagikan. Kondisi fisik para murid menurun drastis hingga beberapa di antaranya harus dilarikan ke fasilitas medis terdekat, bahkan sampai mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Salah satu orang tua murid menuturkan bahwa anaknya mengalami muntaber parah akibat paparan makanan tersebut. Dari penuturannya, dampak ini tidak hanya melanda satu kelas, melainkan menyebar ke kelas lain—seperti kelas 4—dengan total korban mencapai belasan anak.
Sikap Wali Murid dan Evaluasi Kebijakan
Menanggapi kejadian ini, para wali murid mengambil sikap tegas dengan menghentikan sementara pemberian paket MBG kepada anak-anak mereka. Sikap penolakan ini diambil semata-mata sebagai langkah protektif dan kehati-hatian, tanpa bermaksud mendahului hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang.
“Kami memilih menunda pemberian makanan dari program ini sampai ada kepastian medis yang jelas. Ini langkah kehati-hatian demi keselamatan anak-anak,” ungkap salah satu orang tua murid.
Di sisi lain, para orang tua juga mengkritik aturan sekolah yang mewajibkan siswa untuk menghabiskan seluruh porsi hidangan MBG. Kebijakan tersebut membuat sebagian besar orang tua memutuskan untuk berhenti membawakan bekal makanan dari rumah. Akibatnya, ketika hidangan dari sekolah mengalami masalah kualitas, para murid tidak memiliki alternatif makanan lain yang aman.
Langkah Sekolah dan Uji Laboratorium Dinkes
Pihak manajemen SDN Kauman 1 Kota Malang merespons cepat situasi ini dengan melayangkan surat resmi kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Malang guna menindaklanjuti dugaan kontaminasi makanan.
Sebagai bentuk penanganan teknis, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang turun langsung ke lokasi untuk mengamankan sampel makanan dari program MBG tersebut. Seluruh sampel kini sedang menjalani pengujian mikrobiologi dan kimiawi secara mendalam di laboratorium resmi. Hasil analisis laboratorium dijadwalkan akan diumumkan pada hari Senin untuk memberikan kepastian medis objektif mengenai penyebab utama gangguan pencernaan masal ini. (Dms)





