LUMAJANG — Langkah nyata dalam mendukung program Ketahanan Pangan Nasional “Asta Cita Presiden” terus digalakkan di tingkat daerah. Menghadapi ancaman cuaca ekstrem, Kepolisian Sektor (Polsek) Tempeh, Polres Lumajang, mengambil inisiatif proaktif dengan turun langsung ke areal persawahan untuk berdialog dan memetakan kendala yang dihadapi para petani, Jumat (12/6/2026).
Personel Polsek Tempeh menggelar diskusi interaktif bersama kelompok tani di Desa Kaliwungu, Kecamatan Tempeh. Agenda utamanya adalah memitigasi dampak fenomena alam El Nino, yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Agustus 2026 mendatang.
Semua keluhan, masukan, dan aspirasi yang disampaikan oleh para petani dicatat secara mendetail oleh petugas. Data lapangan ini nantinya akan disalurkan secara resmi kepada instansi terkait, seperti Dinas Pertanian, guna merumuskan solusi cepat dan tepat sasaran.
Transformasi Peran Polri di Sektor Strategis
Kapolsek Tempeh, AKP Syamsul Arifin, S.Pd., menjelaskan bahwa peran Polri kini kian adaptif. Tugas kepolisian tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga aktif menjadi motor penggerak sektor strategis, termasuk ketahanan pangan.
“Program serap aspirasi ini adalah wujud komitmen kami dalam mendukung pemerintah menjaga stabilitas pangan nasional dari level akar rumput,” ungkap AKP Syamsul Arifin.
Jembatan Solusi Hadapi Cuaca Ekstrem
Menyadari beratnya tantangan sektor pertanian akibat bayang-bayang El Nino, AKP Syamsul Arifin menegaskan pentingnya kehadiran polisi sebagai jembatan komunikasi.
-
Fokus Masalah: Kendala sistem irigasi (perairan) dan ketersediaan sarana produksi pertanian (saprotan).
-
Target Solusi: Memastikan keluhan petani segera direspons oleh pengambil kebijakan agar produktivitas tidak terganggu.
-
Goal Akhir: Menciptakan situasi kerja yang tenang bagi petani demi menjaga kokohnya ketahanan pangan.
Melalui sinergi yang kuat antara Polri, petani, dan pemerintah daerah, diharapkan dampak negatif dari fenomena El Nino dapat diminimalisir secara signifikan. Langkah antisipatif ini menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah Kabupaten Lumajang agar tetap aman terkendali. (Spy)





