KOTA MALANG, Gomalang id — Pemerintah Kota Malang menegaskan keberpihakannya pada pelaku usaha lokal melalui pembukaan perhelatan Festival Mbois 11 “Malang Menyala” di Stadion Gajayana (21–23 Agustus 2026). Agenda tahunan ini dirancang sebagai langkah taktis pemerintah untuk mengakselerasi daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar semakin siap menembus pasar skala nasional.
Ikon kesatuan terlihat dari jajaran pejabat pemda yang hadir mengenakan syal batik khas Kota Malang bertuliskan “Malang Menyala”. Kehadiran atribut tersebut menegaskan pesan utama acara: penguatan kolaborasi serta kebangkitan ekonomi berbasis kerakyatan. Dalam arahannya, perwakilan Pemkot Malang menyampaikan bahwa panggung “Malang Mbois” disiapkan untuk mendorong UMKM bertransformasi dari sektor informal menjadi entitas bisnis yang naik kelas.

“Festival Mbois 11 merupakan strategi terukur Pemkot Malang untuk mengokohkan fondasi ekonomi kreatif daerah. Kami berfokus membuka keran promosi yang lebih lebar agar produk-produk lokal mampu menjangkau jejaring konsumen dan mitra baru,” tegas perwakilan Pemkot Malang.
Akselerasi UMKM Lewat Sinergi Pentahelix
Ratusan gerai usaha dari sektor kuliner, kriya, hingga fesyen lokal memadati area Stadion Gajayana. Aktivitas ini diproyeksikan sebagai media direct marketing untuk mempertemukan para pengusaha secara langsung dengan pembeli, calon investor, hingga jaringan distribusi.
Keberhasilan ekosistem ini ditopang oleh keterlibatan lintas sektor (pentahelix):
Pelaku Usaha & Komunitas: Penetrasi pasar secara langsung dan pembentukan jejaring bisnis.
Pemerintah: Penyedia regulasi, fasilitator sarana promosi, dan kebijakan pendampingan.
Akademisi: Riset terapan, inovasi pengembangan produk, dan edukasi manajemen.
Industri & Media: Perluasan publikasi serta penguatan citra merek lokal.
Masyarakat: Konsumen aktif yang menopang perputaran roda ekonomi daerah.
Integrasi Seni dan Nilai Tambah Produk
Sisi menarik perhelatan tahun ini terletak pada peleburan antara aktivitas komersial dan ruang ekspresi seni. Kehadiran pameran karya visual serta instalasi seni interaktif di tengah area penjualan memberi nilai estetika lebih (added value) bagi pengunjung.
Sinergi antara kreativitas dan perdagangan ini diharapkan mampu meningkatkan standar mutu serta daya saing produk UMKM Kota Malang di tengah dinamika persaingan industri kreatif yang kian kompetitif. Pemkot Malang memastikan program peningkatan kapasitas dan pembukaan ruang kolaborasi serupa akan terus berlanjut secara berkala. (Qin)







